JAKARTA, Behzad.id – Hari ini, Sabtu (6/12/2025), seluruh dunia memperingati momentum penting yang sering kali luput dari perhatian: Hari Tidak Ada Toleransi bagi Kekerasan terhadap Perempuan. Ini bukan sekadar tanggal di kalender, melainkan seruan global untuk menghentikan segala bentuk kekerasan yang menimpa kaum perempuan, dari rumah tangga hingga ruang publik dan dunia maya.
Peringatan ini menjadi bagian puncak dari kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKtP) yang dimulai sejak 25 November lalu. Lantas, apa sebenarnya yang membuat tanggal 6 Desember begitu istimewa dan mengapa masih sangat relevan bagi kita di Indonesia?
Lahir dari Tragedi, Untuk Perubahan
Mungkin banyak yang belum tahu, peringatan 6 Desember lahir dari sebuah peristiwa tragis. Pada tahun 1989, di Universitas Montreal, Kanada, seorang pria bersenjata masuk ke kampus dan secara brutal membunuh 14 orang mahasiswi. Alasannya mengerikan: mereka dibunuh hanya karena mereka adalah perempuan.
Peristiwa ini mengguncang dunia. Sejak itu, 6 Desember diabadikan sebagai simbol perjuangan global, sebuah pengingat keras bahwa kekerasan berbasis gender adalah kejahatan kemanusiaan yang tidak boleh lagi ada toleransinya, sedikit pun.
Masih Relevan? Coba Lihat Sekitar Kita
Tahun 2025 sudah hampir berakhir, tapi sayangnya, kekerasan pada perempuan masih menjadi bayang-bayang menakutkan. Data dari Komnas Perempuan menunjukkan angka yang masih tinggi untuk kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), pelecehan seksual di tempat umum, hingga perundungan di media sosial.
Kekerasan ini tidak mengenal status sosial atau pendidikan. Ia bisa terjadi pada siapa saja: istri tetangga sebelah, teman kerja, saudara, atau bahkan diri kita sendiri. Inilah mengapa kampanye seperti ini sangat penting, untuk terus mengingatkan kita semua bahwa perjuangan belum selesai.
Bukan Cuma Seremoni, Ini Aksi Nyata yang Bisa Kita Lakukan!
Memberhentikan kekerasan bukan hanya tugas pemerintah atau polisi. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Anda tidak perlu melakukan hal-hal besar. Perubahan bisa dimulai dari langkah-langkah kecil dan nyata di sekitar kita:
🗣️ Dengarkan dan Bela Korban Jika ada teman, kerabat, atau tetangga yang menjadi korban, jangan diam. Dengarkan curhat mereka. Beri dukungan dan bantu mereka untuk mendapatkan perlindungan hukum. Bawa ke layanan seperti Komnas Perempuan atau lembaga perlindungan perempuan terdekat.
📢 Mulai dari Lingkungan Terdekat Ajak keluarga dan teman-teman untuk peduli. Edukasi anak laki-laki kita untuk menghormati perempuan. Katakan pada semua bahwa lelucon atau candaan yang melecehkan perempuan itu tidak lucu dan tidak bisa ditolerir.
🏠 Ciptakan Rumah dan Lingkungan Aman Pastikan rumah adalah tempat paling aman bagi anggota keluarga perempuan. Di lingkungan, jangan ragu melaporkan jika ada tindakan mencurigakan atau pelecehan yang terjadi di jalan.
🏛️ Dukung Penegakan Hukum yang Adil Tekan pihak berwenang agar proses hukum bagi pelaku kekerasan berjalan tuntas. Keadilan bagi korban adalah kunci untuk memberi rasa aman dan mencegah kekerasan terulang.
Bersama Wujudkan Indonesia Aman untuk Perempuan
Hari Tanpa Toleransi Kekerasan pada Perempuan bukanlah akhir dari kampanye, melainkan titik tolak untuk aksi yang lebih besar. Mari jadikan momentum 6 Desember 2025 ini sebagai pengingat bagi kita semua untuk terus bersuara, bergerak, dan solid.
Perempuan adalah ibu, istri, saudari, dan anak-anak kita. Menciptakan Indonesia yang aman bagi mereka berarti menciptakan masa depan yang lebih baik untuk bangsa ini. Tidak ada lagi toleransi untuk kekerasan!












