New York — Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu (29/10/2025) waktu setempat. Penurunan ini dipicu oleh anjloknya saham dua raksasa teknologi, Meta Platforms dan Microsoft, yang membuat indeks Nasdaq dan S&P 500 kompak tertekan.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,4 persen, S&P 500 melemah 0,6 persen, sementara Nasdaq Composite merosot hingga 1,1 persen. Investor tampak khawatir dengan laporan keuangan kuartalan sejumlah perusahaan teknologi besar yang hasilnya di bawah ekspektasi.
Saham Meta (induk perusahaan Facebook dan Instagram) turun tajam setelah laporan keuangannya menunjukkan perlambatan pendapatan iklan dan meningkatnya biaya operasional untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI). Di sisi lain, Microsoft juga mengalami tekanan setelah pasar menilai proyeksi pendapatan kuartal berikutnya terlalu konservatif.
“Pasar sedang menyesuaikan ekspektasi terhadap sektor teknologi setelah dua tahun pertumbuhan agresif,” ujar analis pasar dari Wedbush Securities, Dan Ives, dikutip dari Reuters.
Meski demikian, sebagian investor masih menaruh harapan pada laporan keuangan dari perusahaan teknologi lain seperti Apple dan Amazon yang akan dirilis pekan ini. Namun volatilitas diperkirakan tetap tinggi hingga The Federal Reserve mengumumkan kebijakan suku bunga berikutnya.
Para analis memperingatkan agar investor berhati-hati terhadap gejolak jangka pendek di pasar saham. “Penurunan kali ini bisa menjadi peluang bagi investor jangka panjang, tapi risiko tetap harus diperhitungkan,” tambah Ives.
Penurunan saham Meta dan Microsoft juga memicu sentimen negatif di sektor teknologi global, termasuk di Asia dan Eropa, di mana saham-saham teknologi besar ikut melemah.
Dengan kondisi ini, para pengamat menyarankan masyarakat dan investor kecil untuk tidak panik. Fluktuasi harga saham merupakan hal wajar menjelang rilis data ekonomi utama dan laporan keuangan emiten besar.
Sumber: Reuters, CNBC, Bloombergv












