Ignasius Jonan Menghadap Prabowo Subianto di Istana: Bahas Program Kerakyatan dan BUMN

Foto : Firda /detik.com

Jakarta, Rabu 5 November 2025 – Mantan Menteri dan eks Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Ignasius Jonan, diketahui menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada hari Senin lalu selama kurang lebih dua jam.

Detik-Detik Pertemuan

Jonan tiba di Istana melalui pintu pilar sekitar pukul 15.35 WIB dan keluar sekitar pukul 18.27 WIB menurut pantauan. Dalam keterangannya usai pertemuan, Jonan mengungkap bahwa agenda adalah “sharing” atau pertukaran gagasan sebagai warga negara dalam rangka mendukung program pemerintahan Prabowo.

Isi Pembicaraan

Dalam jumpa pers singkat, Jonan menyebut sejumlah poin utama:

  • Diplomasi luar negeri pemerintahan Prabowo yang dinilai semakin aktif.

  • Pengembangan BUMN sebagai pilar ekonomi nasional dan penguatan peran kerakyatan.

  • Program-program sosial seperti “Makan Bergizi Gratis (MBG)”, “Koperasi Desa Merah Putih”, dan “Sekolah Rakyat” yang dinilai punya efek berantai (multiplier effect) bagi ekonomi rakyat.

  • Jonan menegaskan bahwa pembahasan tidak menyentuh polemik utang proyek kereta cepat “Whoosh”.

Mengapa Pertemuan Ini Patut Diikuti?

Pertemuan antara tokoh pemerintahan dan mantan birokrat senior seperti Jonan dengan Presiden membuka beberapa cakrawala penting:

  • Sinergi Pemerintah–BUMN: Jonan memiliki rekam jejak panjang di sektor transportasi dan BUMN; keterlibatannya menunjukkan sinyal dukungan atau advokasi terhadap kebijakan pemerintah dalam memperkuat perusahaan negara.

  • Orientasi ke Ekonomi Rakyat: Dengan isu seperti MBG dan koperasi desa, pemerintah tampak menegaskan komitmen kepada program yang bersinggungan langsung dengan kehidupan ibu-rumah tangga, masyarakat desa, dan kelompok ekonomi menengah ke bawah—yang sering menjadi pembaca utama berita online.

  • Kesadaran Publik & Transparansi: Munculnya agenda “sharing” seperti ini memberi kesan bahwa pemerintah terbuka untuk masukan dari berbagai pihak, termasuk mantan pejabat yang kini bergerak di sektor swasta atau publik.

Apa Arti bagi Ibu-Rumah Tangga?

  • Program seperti MBG bisa berarti lebih banyak kesempatan untuk mendapatkan akses pangan bergizi atau dukungan sosial di lingkungan rumah tangga.

  • Peningkatan koperasi desa atau penguatan BUMN dapat membuka peluang kewirausahaan, misalnya ibu-rumah tangga yang ingin menjual produk lokal atau ikut program koperasi.

  • Fokus ke ekonomi kerakyatan artinya kebijakan pemerintah mencoba menyentuh akar masyarakat—kata “kerakyatan” menunjukkan bahwa bukan hanya perusahaan besar yang diperhatikan, tetapi juga pelaku usaha kecil dan mikro rumahan.

Catatan Redaksi

Meskipun pemerintah menyebutkan bahwa pembicaraan tidak menyentuh polemik utang kereta cepat, penting untuk diingat bahwa hubungan antara BUMN, proyek besar, dan pembiayaan sering kali menjadi sorotan publik. Jadi kita akan terus memantau apakah muncul tindak lanjut resmi seperti program baru atau rancangan kebijakan yang lebih konkret.

Sebagai pembaca di portal ini—khususnya bagi para ibu rumah tangga yang aktif mengikuti perkembangan ekonomi dan sosial—ini bisa menjadi momentum untuk melihat peluang baru: apakah itu melalui program pemerintah yang diumumkan, peluang usaha rumahan, atau keterlibatan komunitas lokal dalam program koperasi dan pemberdayaan ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *