(Penulis/Opini)
Oleh Syahrir Sanusi, Chief Executive Officer (CEO) PT Metanesia Media Global
MAKASSAR – Ketika mendengar kata “Metaverse,” mungkin yang terlintas di benak kita adalah dunia game atau pertemuan virtual yang jauh dari kenyataan. Namun, apa jadinya jika teknologi ini hadir untuk menjaga keselamatan para pekerja, meningkatkan kompetensi tenaga medis, dan mempersiapkan relawan dalam menghadapi bencana? Inilah yang sedang terjadi di Kota Makassar hari ini. Melalui inovasi yang dikembangkan PT Metanesia Media Global, Metaverse tidak lagi menjadi konsep abstrak, melainkan solusi nyata yang menyentuh kehidupan banyak orang.
Tantangan Pelatihan Konvensional dan Solusi dari Dunia Digital
Sebagai praktisi SEO yang fokus pada digitalisasi, saya melihat banyak sektor yang masih bergantung pada metode pelatihan tradisional, terutama dalam bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Pelatihan ini seringkali mahal, berisiko tinggi, dan terbatas secara geografis. Bagaimana cara melatih seorang pekerja untuk menangani kebocoran gas beracun atau kebakaran di pabrik tanpa membahayakan nyawanya? Bagaimana seorang perawat pemula bisa berlatih memasang infus dengan percaya diri?
Jawabannya terletak pada pelatihan imersif menggunakan Virtual Reality (VR). Teknologi ini, yang menjadi pintu gerbang menuju Metaverse, memungkinkan kita menciptakan simulasi dunia nyata yang sangat detail dan interaktif. Pengguna tidak hanya melihat, tetapi juga “merasakan” dan berinteraksi dengan lingkungan digital tersebut.
PT Metanesia Media Global: Mendorong Adopsi Teknologi di Makassar
Berkantor di Makassar, PT Metanesia Media Global memiliki komitmen untuk membawa teknologi terdepan agar dapat diakses dan memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal. Program unggulan kami adalah mengembangkan modul pelatihan K3 menggunakan VR.
Bayangkan, seorang pekerja konstruksi dapat berlatih bekerja di ketinggian dengan sempurna di ruangan, merasakan sensasinya, dan belajar mengatasi potensi bahaya tanpa risiko jatuh. Seorang teknisi perminyakan dapat mensimulasikan prosedur darurat di rig lepas pantai dengan aman. Ini adalah evolusi besar dari sekadar menonton video atau membaca manual.
Efektivitasnya tidak main-main. Studi menunjukkan bahwa retensi informasi (daya ingat) dari pelatihan VR bisa mencapai 75%, jauh lebih tinggi dibandingkan metode pembelajaran klasik yang hanya sekitar 5-10%.
Lebih dari Sekadar K3: Merambah ke Dunia Kesehatan dan Sosial
Inovasi ini tidak berhenti di sektor industri. Kami bekerja sama dengan beberapa institusi pendidikan keperawatan dan juga Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Makassar untuk mengembangkan simulasi medis dan penanggulangan bencana.
- Untuk Calon Perawat: Mereka dapat berlatih melakukan prosedur medis yang kompleks, seperti penanganan pasien gawat darurat atau pemasangan alat bantu napas, pada pasien virtual. Ini meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi risiko kesalahan saat menangani pasien sungguhan.
- Untuk Relawan PMI: Simulasi VR dapat menciptakan skenario bencana—seperti banjir atau gempa bumi—di mana relawan dapat berlatih evakuasi, pertolongan pertama, dan koordinasi tim dalam situasi yang menegangkan namun terkontrol.
Makassar, Panggung Inovasi Digital Indonesia
Mengapa Makassar? Karena kami percaya bahwa inovasi tidak harus selalu berasal dari Jakarta. Makassar memiliki SDM yang potensial dan semangat untuk maju. Dengan menghadirkan teknologi seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa Makassar siap menjadi barometer perkembangan teknologi di Indonesia timur.
Metaverse bukanlah tentang melarikan diri dari kenyataan, melainkan tentang memperkaya kenyataan dengan alat yang lebih baik, lebih aman, dan lebih efisien. Ini adalah investasi pada sumber daya manusia kita. Sebuah pekerja yang terlatih dengan baik adalah aset berharga. Seorang tenaga medis yang kompeten adalah harapan banyak orang. Sebuah relawan yang siaga adalah benteng pertahanan kita di saat bencana.
Masa depan pelatihan sudah di depan mata, dan itu dimulai dari sini, di Makassar.
Tentang Penulis: Syahrir Sanusi adalah CEO (Chief Executive Officer) di PT Metanesia Media Global, sebuah perusahaan teknologi yang berbasis di Makassar dan fokus pada pengembangan solusi berbasis Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) untuk berbagai sektor industri.












