MAKASSAR – Sebuah perjalanan panjang pendidikan dan pengabdian menemui titik puncaknya. Hj. Dwiana Pamuji Astutik, sosok perempuan tangguh yang dikenal luas melintasi dunia politik, kemanusiaan, dan usaha, secara resmi menyandang gelar Sarjana Hukum (SH), Rabu (19/11/2025).
Gelar tersebut ia raih setelah menempuh studi di Universitas Sawerigading Makassar dan resmi diwisuda dalam acara Periode XXVII Tahun 2025 yang dilaksanakan di Claro Hotel Makassar, Jalan A. P. Pettarani, Kecamatan Tamalate.
Acara yang dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Sawerigading Makassar, Prof. Dr. A. Sitti Melantin Romepgading, SH, MH, ini meluluskan total 263 wisudawan dan wisudawati. Hj. Dwiana menjadi salah satu dari 163 lulusan Program Studi Ilmu Hukum yang berkesempatan menyandang gelar sarjana pada hari itu.
Lebih dari Sekadar Gelar, Ini adalah Bukti Ketangguhan
Bagi Hj. Dwiana, wisuda ini bukan sekadar seremoni akademis. Ia adalah bukti nyata dari keteguhan hati seorang perempuan yang mampu membagi fokus dan peran di tengah kesibukannya yang luar biasa. Di tengah hiruk pikuk dunia politik dan tantangan sosial yang kian kompleks, ia tampil sebagai representasi perempuan yang tak hanya berkiprah, tetapi juga memberikan dampak nyata.
Sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Makassar, ia membuktikan bahwa kepemimpinan adalah panggilan hati untuk melayani. “Bagi saya, kemanusiaan adalah bahasa universal. Siapa pun bisa berbicara lewat tindakan nyata,” ujarnya dengan tegas. Prinsip inilah yang menggerakkannya turun langsung ke lapangan saat bencana, menggerakkan relawan, dan memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran.
Perjalanan meraih gelar sarjana hukum ini menjadi fondasi kokoh yang melengkapi perjuangannya. Di dunia politik, pemahaman hukum menjadi senjata untuk membuat kebijakan yang berkeadilan. Di ranah kemanusiaan, ia menjadi perisai untuk membela mereka yang tidak berdaya. Sementara di dunia usaha yang ia bangun dari nol, ilmu hukum adalah kompas yang menuntun pada praktik bisnis yang sehat dan bertanggung jawab.
Politik yang Memanusiakan dan Pemberdayaan Perempuan
Di panggung politik, Dwiana membawa semangat baru: politik yang memanusiakan. Ia berjuang agar perempuan tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi ikut menjadi pengambil keputusan yang berpengaruh. “Perempuan punya naluri kepemimpinan yang kuat, karena di setiap langkahnya ada kepekaan dan empati,” tuturnya.
Melalui jaringan bisnisnya, ia pun terus mendukung kegiatan sosial dan pemberdayaan perempuan di tingkat lokal, membuktikan bahwa dunia usaha harus punya sisi kemanusiaan.
Bagi banyak orang di Makassar, Hj. Dwiana Pamuji Astutik bukan sekadar tokoh publik — ia adalah inspirasi nyata bahwa seorang perempuan bisa berperan ganda: memimpin, berbisnis, dan melayani sesama tanpa kehilangan kelembutan hatinya. Gelar Sarjana Hukum yang kini melekat di namanya bukanlah akhir, melainkan sebuah awal baru untuk perjalanan seorang perempuan tangguh yang terus menabur kebaikan.
Data Wisuda Universitas Sawerigading Makassar Periode XXVII Tahun 2025
Berikut rincian jumlah wisudawan berdasarkan program studi:
- Program Studi Magister Hukum: 20 Orang
- Program Studi Ilmu Hukum: 163 Orang
- Program Studi Teknik Elektro: 31 Orang
- Program Studi Administrasi Negara: 18 Orang
- Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris: 10 Orang
- Program Studi Sosiologi: 9 Orang
- Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: 7 Orang
- Program Studi Pendidikan Matematika: 4 Orang
- Program Studi Sastra Inggris: 1 Orang












