JAKARTA – Satu lagi perusahaan Indonesia yang bergerak di bisnis komoditas unggulan siap mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). PT Abadi Lestari Indonesia, yang lebih dikenal dengan kode saham RLCO, perusahaan eksportir sarang burung walet, resmi menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
Bagi Anda yang mungkin sudah mengonsumsi produk olahan sarang burung walet atau produk kesehatan lainnya, nama perusahaan ini bisa jadi tidak asing. RLCO tidak hanya berbisnis di tingkat eksportir, tetapi juga telah merambah ke pasar produk konsumen yang siap saji.
Melansir prospektus resmi yang dipublikasikan pada Senin (24/11/2025), RLCO melepas sebanyak-banyaknya 625 juta saham dengan harga penawaran Rp150 hingga Rp168 per saham.
Dari Eksportir Walet hingga Produsen Superfood, Siapa RLCO Sebenarnya?
Berlokasi di Bojonegoro, Jawa Timur, RLCO adalah perusahaan yang telah didirikan sejak 2014. Sejak awal, perusahaan ini fokus pada usaha utama pembibitan, budidaya, hingga pengolahan dan pemasaran sarang burung walet.
Namun, RLCO tidak berhenti sebagai penjual bahan baku. Perusahaan ini melakukan transformasi besar dengan menjadi produsen produk kesehatan konsumen.
“Perseroan tumbuh dari eksportir sarang burung walet menjadi salah satu pemimpin kesehatan konsumen di Indonesia. Menyelaraskan diri dengan perubahan preferensi konsumen dan kebutuhan kesehatan, perseroan bertransformasi dari ekspor bahan mentah menjadi produsen untuk produk Superfood melalui anak usaha,” tulis manajemen dalam prospektusnya.
Portofolio produknya pun beragam, yang mungkin sudah akrab di mata konsumen, antara lain:
- Minuman sarang burung walet siap minum
- Kaldu ayam
- Suplemen kolagen
- Nutrisi berbasis protein
Selain itu, RLCO juga memiliki lini bisnis perdagangan daging (sapi, ayam, ikan) serta industri pengolahan dan pengawetan produk ternak dan susu melalui anak usahanya, PT Realfood Winta Asia (RWA).
Rincian IPO RLCO: Peluang di Bursa Efek Indonesia
Bagi investor yang tertarik, berikut adalah rincian penting dari IPO RLCO:
- Jumlah Saham yang Ditawarkan: Maksimal 625 juta saham.
- Harga Penawaran Awal: Rp150 – Rp168 per saham.
- Potensi Perolehan Dana: Rp93,75 miliar – Rp105 miliar.
- Periode Penawaran Awal: 24 – 26 November 2025.
- Periode Penawaran Umum: 2 – 4 Desember 2025.
- Tanggal Penjatahan: 4 Desember 2025.
- Rencana Tanggal Pencatatan (Listing): 8 Desember 2025.
- Kode Saham: RLCO.
Dana IPO Akan Digunakan untuk Apa?
RLCO memiliki rencana yang jelas untuk menggunakan dana segar yang berhasil dihimpun dari IPO ini. Seluruh dana akan dialokasikan untuk memperkuat modal kerja, khususnya dalam pembelian sarang burung walet.
Rincian alokasinya adalah sebagai berikut:
- 56,33% untuk modal kerja RLCO dalam rencana pembelian sarang burung walet.
- 43,67% akan disetorkan kepada anak usaha, PT Realfood Winta Asia (RWA), juga untuk pembelian sarang burung walet.
Mengapa RLCO Menarik Perhatian?
Kinerja keuangan RLCO menunjukkan pertumbuhan yang positif. Hingga Mei 2025, perusahaan telah membukukan penjualan sebesar Rp231,31 miliar, naik signifikan dibandingkan periode yang sama di tahun 2024 yang sebesar Rp156,76 miliar.
Pertumbuhan pendapatan ini ditopang oleh segmen sarang burung walet (Rp204,66 miliar) dan produk konsumen (Rp26,64 miliar). Lebih mengesankan lagi, laba bersih periode berjalan melonjak drastis dari Rp1,82 miliar menjadi Rp12,38 miliar.
Produk-produk RLCO sendiri telah menembus pasar internasional seperti China, Hong Kong, dan Amerika Serikat, menunjukkan kualitas dan penerimaan pasar yang baik.
Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan informasi dari prospektus perusahaan dan bertujuan sebagai media informasi, bukan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham. Setiap keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Portal berita tidak bertanggung jawab atas segala kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












