Tragedi Marseille: Remaja 15 Tahun Dibunuh dan Dibakar, Diduga Kuat Terkait Narkotrafik

Un brassard de police. (Illustration) - Christophe Simon - AFP

Marseille, Prancis – Sebuah penemuan mengerikan mengguncang kawasan Les Arnavaux, arondisemen ke-14 Marseille, pada Jumat pagi. Sebuah mayat yang terbakar habis ditemukan oleh seorang warga. Pihak berwenang telah mengonfirmasi bahwa korban adalah seorang remaja berusia 15 tahun dan kuat dugaan pembunuhan ini terkait dengan jaringan perdagangan narkoba (narkotrafik) yang sedang merajalela.

Kantor Kejaksaan Marseille, seperti yang dikutip oleh beberapa media lokal, mengungkapkan bahwa mereka sedang menyelidiki kasus ini dengan hipotesis utama “pembunuhan yang terkait dengan perdagangan narkoba”, dengan mempertimbangkan modus operandi yang kejam.

Dugaan Kuat Terkait Narkotrafik dan Kejahatan Terorganisir

Penyelidikan resmi telah dibuka dengan dakwaan “pembunuhan dalam kelompok terorganisir dan asosiasi penjahat”. Kasus ini kini ditangani oleh Divisi Kejahatan Terorganisir dan Terspesialisasi, menunjukkan tingkat keparahan dan kompleksitas yang diduga ada di balik tragedi ini.

Hingga kini, belum ada satu pun yang ditangkap terkait kasus ini. Meskipun dugaan mengarah ke narkotrafik, motif pasti dari kejahatan ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.

Identitas Korban dan Latar Belakang

Korban, yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-15, dilaporkan tidak memiliki catatan kriminal. Nicolas Besonne, Jaksa Marseille, menjelaskan kepada BFM TV bahwa remaja tersebut pernah disebutkan dalam sebuah kasus ancaman, tetapi dia tidak terbukti bersalah.

“Ia pernah diperiksa sekali oleh pihak kepolisian terkait pencurian aksesori mobil, tetapi tidak dituntut. Korban tidak memiliki catatan kejahatan,” jelas Besonne. Informasi ini memperkuat dugaan bahwa korban mungkin bukan target utama dalam konflik kriminal, atau justru menjadi korban dari situasi yang lebih besar di luar kendalinya.

Kronologi Penemuan dan Modus Operandi

Mayat yang hangus itu pertama kali ditemukan sekitar pukul 08:30 pagi oleh seorang penghuni setempat yang sedang berjalan anjingnya. Menurut laporan dari harian La Provence, jenazah tersebut berada di kaki sebuah tembok yang “ditutupi dengan lukisan dinding raksasa bergambar naga dan kastil”.

Salah satu bukti kunci yang ditemukan di lokasi adalah sebuah selongsong peluru, yang semakin menguatkan dugaan adanya kekerasan senjata. Kantor kejaksaan secara tegas menyatakan, “korban dibunuh terlebih dahulu sebelum tubuhnya dibakar,” yang menunjukkan adanya niat untuk menyembunyikan identitas korban atau jejak pelaku.

Lonjakan Kekerasan di Tengah Maraknya Narkotrafik

Tragedi ini menambah daftar panjang kekerasan yang terkait dengan narkotrafik di Marseille. Jika dugaan ini terbukti, maka remaja 15 tahun ini akan menjadi korban ke-17 yang tewas dalam konflik terkait narkoba di kota tersebut sepanjang tahun ini.

Penemuan mayat ini terjadi hanya berselang dua hari setelah pembunuhan seorang pemuda 18 tahun yang ditembak empat kali di punggungnya di dekat Stasiun Saint-Charles pada Rabu malam. Meskipun demikian, prefektur polisi Bouches-du-Rhône menegaskan, “Saat ini, tidak ada yang memungkinkan kami untuk mengaitkan kasus ini dengan kasus lainnya.”

Penyelidikan terus berlanjut untuk mengungkap kebenaran di balik pembunuhan keji ini dan membawa para pelaku ke pengadilan.


Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang berdasarkan beberapa sumber berita dari Prancis untuk kepentingan pemberitaan di platform behzad.id. Semua informasi telah diadaptasi dan disusun ulang untuk memastikan orisinalitas dan menghindari plagiarisme.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *