AS Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam Operasi Rahasia “Absolute Resolve”

Behzad.id – Amerika Serikat resmi menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam sebuah operasi militer rahasia berskala besar yang dinamai Operasi Absolute Resolve. Penangkapan ini memicu kecaman internasional dan kekhawatiran akan preseden berbahaya dalam hukum global.

Selama berbulan-bulan, intelijen Amerika Serikat dilaporkan memantau pergerakan Maduro secara detail, mulai dari lokasi persembunyian, kebiasaan makan, hingga sistem pengaman rumah amannya di Caracas. Operasi ini melibatkan informan di dalam pemerintahan Venezuela dan latihan militer intensif, termasuk pembangunan replika rumah aman Maduro untuk simulasi penyerbuan.

Operasi tersebut dieksekusi pada awal Desember, setelah Presiden AS Donald Trump memberikan perintah langsung pada Jumat malam waktu setempat. Penyerbuan dilakukan pada dini hari untuk memaksimalkan efek kejut, melibatkan udara, darat, dan laut selama lebih dari dua jam.

Menurut pejabat militer AS, lebih dari 150 pesawat tempur, pembom, dan pesawat pengintai dikerahkan. Ledakan keras terdengar di Caracas sekitar pukul 02.00 waktu setempat, disusul pemadaman listrik di sebagian besar kota.

Saksi mata melaporkan suasana mencekam. Gedung-gedung bergetar, asap membumbung, dan helikopter terbang rendah di atas ibu kota Venezuela. Video-video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan skala serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di kawasan Amerika Latin sejak Perang Dingin.

Pasukan elit AS, termasuk Delta Force, disebut menjadi ujung tombak penangkapan. Mereka menerobos kompleks rumah aman Maduro yang dijaga ketat dan dilengkapi pintu baja khusus. Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap hidup-hidup dan dievakuasi menggunakan helikopter menuju luar wilayah Venezuela.

Trump mengklaim operasi berjalan cepat dan presisi, meski mengakui ada anggota militer AS yang terluka. Tidak ada laporan resmi mengenai korban dari pihak Venezuela.

Tak lama setelah operasi, Maduro dan istrinya dibawa ke New York untuk menghadapi tuntutan pidana. Amerika Serikat sebelumnya diketahui menawarkan hadiah 50 juta dolar AS bagi informasi yang mengarah pada penangkapan Maduro, yang dituduh terlibat narkoterorisme.

Langkah sepihak AS ini menuai kecaman luas. Presiden Brasil Lula da Silva menyebut penangkapan tersebut sebagai preseden sangat berbahaya. PBB juga menyatakan keprihatinan mendalam dan menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB.

Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menggelar pertemuan darurat atas permintaan Kolombia dengan dukungan Rusia dan China.

Keterlibatan CIA dalam operasi ini kembali mengingatkan sejarah panjang badan intelijen tersebut dalam upaya menggulingkan pemimpin negara lain, termasuk jejak kelamnya di Indonesia pada era Presiden Sukarno. Sejumlah analis menilai, apa yang terjadi di Venezuela berpotensi memperburuk ketegangan geopolitik global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *