Trump Ingin Aneksasi Greenland, Ini Deretan Negara yang Disebut Jadi Sasaran AS Setelah Venezuela

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat melakukan konferensi pers mengenai serangan AS ke Venezuela, di Palm Beach, Negara Bagian Florida, Sabtu (3/1/2026). Pengakuan Donald Trump soal konsumsi aspirin dosis tinggi selama puluhan tahun memicu peringatan dokter tentang risiko perdarahan dan bahaya meniru kebiasaan medis tanpa konsultasi. Setelah Venezuela, Ini Negara yang Menjadi Sasaran Serangan Trump (GETTY IMAGES NORTH AMERICA/JOE RAEDLE via AFP)

Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memicu ketegangan global. Setelah sikap kerasnya terhadap Venezuela, Trump kini secara terbuka menyatakan keinginan Amerika Serikat untuk melakukan aneksasi Greenland.

Di hadapan wartawan, Trump menegaskan bahwa Greenland dibutuhkan AS demi kepentingan keamanan nasional. Pernyataan itu disampaikan langsung dan dikutip media internasional BBC, Senin (5/1/2026).

“Kita membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional,” ujar Trump.

Aneksasi sendiri berarti pengambilan paksa wilayah negara lain untuk digabungkan ke dalam wilayah negara penyerang. Trump berdalih, posisi Greenland sangat strategis bagi pertahanan AS dan kaya akan cadangan mineral bernilai tinggi.

Greenland memiliki luas sekitar 2,16 juta kilometer persegi dan berada di wilayah Atlantik Utara. Pulau ini juga menyimpan cadangan mineral tanah jarang yang penting untuk produksi ponsel pintar, kendaraan listrik, hingga peralatan militer. Selama ini, produksi mineral tanah jarang dunia masih didominasi China.

Meski AS telah memiliki pangkalan militer di Greenland, Trump menginginkan kontrol penuh atas wilayah tersebut. Namun, rencana itu ditolak keras oleh Greenland dan Denmark. Perdana Menteri Greenland, Jens Frederik Nielsen, menyebut wacana aneksasi tersebut sebagai fantasi belaka.

“Tidak ada lagi fantasi aneksasi. Kami terbuka untuk dialog, tetapi harus melalui jalur yang sah dan menghormati hukum internasional,” tegas Nielsen.

Selain Greenland, sejumlah negara lain juga disebut-sebut berpotensi menjadi sasaran kebijakan agresif Trump.

Kolombia
Trump pernah menyatakan ketertarikannya melakukan operasi di Kolombia, terutama terkait isu peredaran narkoba. Meski Presiden Kolombia Gustavo Petro menegaskan komitmen negaranya memerangi narkotika, data PBB menunjukkan produksi kokain di Kolombia mencapai rekor tertinggi.

Kuba
Trump menyebut intervensi militer di Kuba tidak diperlukan karena negara tersebut dinilai sedang berada di ambang kejatuhan ekonomi. Menurutnya, Kuba selama ini bergantung pada Venezuela sebagai sumber pendapatan.

Meksiko
Trump berulang kali menuding Meksiko tidak cukup tegas menghadapi kartel narkoba. Ia bahkan menawarkan bantuan militer AS, namun Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum dengan tegas menolak campur tangan asing dalam urusan dalam negeri.

Iran
Iran juga masuk dalam radar Trump. Ia mengancam akan memberikan balasan keras jika pemerintah Iran terus melakukan kekerasan terhadap demonstran. Trump juga memperingatkan Iran agar tidak membangun kembali program nuklir dan rudal balistiknya.

Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan negaranya tidak akan menyerah kepada tekanan AS dan menyebut pihak-pihak yang mengganggu stabilitas akan diberi pelajaran.

Pernyataan-pernyataan Trump ini menambah kekhawatiran dunia internasional terhadap potensi konflik geopolitik baru di berbagai kawasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *