Makassar, 14 Oktober 2025 —
Ketegangan antara Amerika Serikat dan China kembali memanas. Kali ini bukan soal teknologi, melainkan perang biaya pelabuhan (port fees) yang mulai diberlakukan kedua negara mulai Selasa ini. Kebijakan timbal balik ini berpotensi mengguncang rantai logistik dan perdagangan dunia.
China Kenakan Biaya pada Kapal AS
Pemerintah China mengumumkan mulai hari ini, setiap kapal yang dimiliki, dioperasikan, atau berbendera Amerika Serikat akan dikenakan biaya tambahan saat berlabuh di pelabuhan China.
Namun, ada pengecualian — kapal yang dibangun di galangan China tidak akan dikenakan tarif tersebut.
Langkah ini disebut sebagai balasan terhadap kebijakan perdagangan AS yang dinilai merugikan industri maritim Tiongkok.
AS Balas dengan Kebijakan Serupa
Tak tinggal diam, Amerika Serikat juga mengumumkan kebijakan serupa. Kapal yang terkait dengan China kini harus membayar biaya tambahan saat memasuki pelabuhan-pelabuhan AS.
Presiden Donald Trump bahkan memperingatkan kemungkinan tarif tambahan 100% atas produk impor dari China serta pembatasan ekspor perangkat lunak dan teknologi penting.
Dampak terhadap Ekonomi Global
Analis memperingatkan bahwa langkah ini dapat memperburuk kondisi perdagangan global yang sudah rapuh.
Biaya tambahan pelabuhan bisa menambah beban logistik, memperpanjang waktu pengiriman, dan menaikkan harga barang internasional.
“Rantai pasokan kini menjadi senjata geopolitik, bukan sekadar jalur perdagangan,” ujar analis ekonomi global di Reuters.
Beberapa perusahaan pelayaran mulai meninjau ulang rute pengiriman mereka untuk menghindari biaya tinggi di kedua negara raksasa tersebut.
Dunia Menanti Langkah Selanjutnya
Kebijakan timbal balik ini menandai babak baru dalam perang dagang AS–China yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.
Banyak negara, termasuk Indonesia, kini memantau dampaknya terhadap biaya impor dan ekspor di kawasan Asia Pasifik.
Apakah ini hanya gertakan ekonomi, atau awal dari krisis perdagangan laut global berikutnya? Dunia menunggu jawabannya.
📰 Editor: Tim Redaksi Behzad.id
📸 Ilustrasi: Behzad AI Visual Division
🔗 Sumber: Reuters, AP News












