Ekspor Non-Minyak Singapura Tumbuh 6,9% di September, Sinyal Pemulihan Ekonomi Asia Tenggara

Ekspor Non-Minyak Singapura Tumbuh 6,9% di September, Sinyal Pemulihan Ekonomi Asia Tenggara

SINGAPURA — Ekspor non-migas Singapura mencatat pertumbuhan 6,9% secara tahunan (YoY) pada September 2025, melampaui ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan kontraksi tipis. Kinerja ini menjadi sinyal positif bagi sektor perdagangan Asia Tenggara di tengah ketidakpastian global.

Menurut data resmi dari Enterprise Singapore, lonjakan ekspor ditopang oleh permintaan kuat di sektor elektronik, semikonduktor, dan produk manufaktur presisi. Angka tersebut menandai bulan ketiga berturut-turut ekspor non-minyak mencatatkan pertumbuhan positif, setelah sempat melemah sepanjang tahun 2024.

“Pertumbuhan ini menunjukkan daya tahan industri ekspor Singapura terhadap fluktuasi global, terutama di sektor elektronik yang masih menjadi motor utama ekonomi,” tulis laporan resmi Enterprise Singapore, Jumat (17/10).

Dari sisi negara tujuan, ekspor ke Tiongkok dan Amerika Serikat mencatat kenaikan signifikan masing-masing sebesar 8,2% dan 5,7%. Sementara ekspor ke kawasan ASEAN, termasuk Indonesia dan Malaysia, tumbuh moderat seiring meningkatnya aktivitas industri dan rantai pasok regional.

Analis ekonomi dari Maybank Research, Tan Wei Ling, menyebutkan bahwa pertumbuhan ekspor Singapura menjadi sinyal pemulihan rantai pasokan global.

“Kinerja ekspor ini bisa menjadi indikator positif bagi perekonomian regional, terutama di tengah tren kenaikan permintaan elektronik dan otomotif global,” ujarnya.

Pemerintah Singapura optimistis bahwa momentum ini akan berlanjut hingga akhir tahun, terutama dengan adanya peningkatan pengiriman produk teknologi tinggi, farmasi, dan energi bersih.

Sementara itu, sektor non-elektronik seperti bahan kimia dan mesin industri juga menunjukkan kenaikan signifikan, menandakan diversifikasi yang semakin kuat di sektor ekspor negeri tersebut.

Dengan tren ini, Singapura diperkirakan menjadi salah satu perekonomian paling tangguh di kawasan, di tengah tekanan geopolitik dan perlambatan ekonomi global.

Tanggal Terbit: Sabtu, 18 Oktober 2025
Sumber: Enterprise Singapore, Channel News Asia, Bloomberg, Maybank Research
Ilustrasi : Behzad AI Visual Division
Editor: Tim Redaksi Behzad.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *