Program Makanan Gratis Indonesia Tertinggal 15% dari Target — Pemerintah Fokus Benahi Dapur Sekolah

JAKARTA — Program unggulan pemerintah dalam penyediaan makanan gratis untuk pelajar tahun 2025 menghadapi tantangan serius. Berdasarkan laporan terbaru Reuters (16/10/2025), realisasi program ini baru mencapai sekitar 70 juta anak, atau tertinggal 15 persen dari target 83 juta anak di seluruh Indonesia.

Salah satu penyebab utama keterlambatan adalah minimnya fasilitas dapur sekolah, terutama di daerah terpencil. Banyak sekolah dasar dan menengah belum memiliki sarana pengolahan makanan yang memenuhi standar kebersihan dan gizi.

Seorang pejabat Kementerian Pendidikan menyebutkan, pemerintah kini memprioritaskan pembangunan dapur dan gudang bahan pangan di lebih dari 12.000 sekolah. Langkah ini diharapkan mempercepat distribusi makanan bergizi kepada siswa sebelum akhir tahun.

Program ini merupakan bagian dari agenda besar kesejahteraan anak dan pengentasan stunting, yang juga melibatkan Kementerian Kesehatan serta Badan Pangan Nasional.

“Pemerintah berkomitmen penuh agar setiap anak Indonesia mendapatkan akses gizi yang layak. Ini bukan sekadar proyek, tapi investasi masa depan bangsa,” ujar salah satu pejabat tinggi Bapanas.

Meski menghadapi kendala teknis, banyak daerah telah menunjukkan kemajuan. Beberapa provinsi seperti Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan mencatat tingkat partisipasi sekolah di atas 90 persen.

Dengan langkah-langkah pembenahan infrastruktur dan sistem distribusi, pemerintah menargetkan seluruh wilayah dapat menjalankan program ini secara penuh pada awal 2026.

Sumber: Reuters – “Indonesia’s Free Meals Scheme Falls 15% Behind for Lack of Kitchens” (16 Oktober 2025)
Ilustrasi : Behzad AI Visual Division
Editor: Tim Redaksi Behzad.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *