Jakarta, 24 Oktober 2025 — Indonesia dan Brasil resmi memperkuat hubungan bilateral dengan menandatangani 8 nota kesepahaman (MoU) di berbagai sektor strategis, termasuk energi, pertambangan, teknologi, pertanian, dan pendidikan. Penandatanganan dilakukan di Istana Negara Jakarta, disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva.
Kerjasama ini menandai babak baru hubungan ekonomi kedua negara yang sama-sama menjadi kekuatan besar di kawasan masing-masing. Brasil melihat Indonesia sebagai pintu gerbang utama ke pasar Asia Tenggara, sedangkan Indonesia menilai Brasil sebagai mitra potensial di Amerika Latin, terutama dalam rantai pasok pangan dan energi.
Salah satu poin penting kerja sama ini adalah komitmen peningkatan ekspor produk pertanian dan peternakan Brasil ke Indonesia, serta transfer teknologi pertanian berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas pangan nasional. Di sisi lain, Indonesia akan membuka peluang investasi untuk pengembangan energi hijau dan industri petrokimia bersama perusahaan Brasil.
Presiden Prabowo menyebut kerja sama ini sebagai langkah konkret memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia.
“Hubungan dengan Brasil bukan hanya simbol persahabatan, tapi langkah strategis menuju ekonomi berkeadilan dan berkelanjutan,” ujar Prabowo.
Sementara Presiden Lula menegaskan pentingnya solidaritas Global South.
“Brasil dan Indonesia memiliki misi yang sama — memastikan negara berkembang punya posisi kuat dalam rantai ekonomi dunia,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, kedua negara berharap dapat meningkatkan volume perdagangan bilateral yang pada 2024 mencapai lebih dari USD 5,2 miliar, serta menciptakan lapangan kerja baru di sektor industri dan energi bersih.
IndonesiaBrasil #KerjasamaInternasional #PrabowoSubianto #LulaDaSilva #EkonomiGlobal #InvestasiAsing #behzadid
Ilustrasi : Behzad AI Visual Division
Editor: Tim Redaksi Behzad.id












