Gaya Hidup Hijau Kian Populer di Kalangan Anak Muda Indonesia, dari Urban Farming hingga Daur Ulang Fashion

Makassar, 25 Oktober 2025 — Tren gaya hidup hijau kini menjadi fenomena baru di kalangan anak muda Indonesia. Generasi Z dan milenial mulai beralih dari pola konsumsi instan menuju gaya hidup berkelanjutan, dengan mengedepankan urban farming, daur ulang fashion, dan zero-waste lifestyle.

Dari data survei yang dirilis oleh Green Future Indonesia (GFI), sebanyak 68% anak muda di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Denpasar menyatakan bahwa mereka kini lebih peduli terhadap dampak lingkungan dari gaya hidup sehari-hari.

“Kami melihat perubahan besar di generasi muda. Mereka tidak hanya ingin sukses, tapi juga ingin bumi tetap sehat,” ujar Rizka Amalia, peneliti sosial GFI.


Urban Farming Jadi Gaya Hidup Baru

Banyak komunitas anak muda yang kini mengubah lahan sempit di perkotaan menjadi kebun sayur mini. Gerakan “Panen di Balkon” bahkan viral di media sosial setelah menunjukkan hasil panen hidroponik dari apartemen sempit.

Kegiatan ini bukan hanya menyalurkan hobi, tapi juga membantu masyarakat mendapatkan pangan sehat tanpa bahan kimia.

“Seru banget bisa panen bayam dan tomat sendiri dari balkon rumah,” tulis akun TikTok @greenbynisa yang mendapat 2 juta tayangan.


Fashion Daur Ulang Jadi Tren Positif

Selain bercocok tanam, fashion berkelanjutan (sustainable fashion) juga tengah naik daun. Banyak desainer muda memanfaatkan bahan bekas seperti denim lama atau limbah kain untuk menciptakan koleksi baru yang stylish dan ramah lingkungan.
Gerakan ini didukung oleh platform e-commerce lokal yang mulai membuka kategori khusus untuk produk eco-friendly.

“Setiap baju punya cerita, dan kita bisa tampil keren tanpa merusak bumi,” kata Nadia Putri, founder brand daur ulang ReBorn Project.


Zero-Waste Lifestyle Menjadi Gaya Hidup Modern

Tren membawa tumbler, sedotan stainless, dan kantong kain kini menjadi simbol gaya hidup modern yang keren dan sadar lingkungan.
Komunitas seperti “Zero Waste Indonesia” aktif mengedukasi publik untuk mengurangi sampah plastik dan memanfaatkan kembali barang sehari-hari.


Dampak Positif di Masa Depan

Menurut GFI, jika tren ini terus meningkat, Indonesia berpotensi mengurangi emisi karbon hingga 12% pada tahun 2030 hanya dari perubahan gaya hidup masyarakat.
Selain berdampak bagi lingkungan, tren hijau ini juga membuka peluang bisnis baru di bidang eco-lifestyle, green product, dan sustainable design.


Kesimpulan

Gaya hidup hijau kini bukan sekadar tren sementara, tetapi menjadi gerakan sosial yang membentuk identitas baru generasi muda Indonesia — cerdas, kreatif, dan peduli terhadap masa depan bumi.

Ilustrasi : Behzad AI Visual Division
Editor: Tim Redaksi Behzad.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *