WHO: Perubahan Iklim Kini Jadi Ancaman Kesehatan Dunia, Jutaan Nyawa Terancam Setiap Tahun

Makassar, Rabu (29/10/2025)behzad.id — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan keras tentang dampak perubahan iklim terhadap kesehatan manusia. Dalam laporan terbaru yang dirilis hari ini di Jenewa, WHO menyebut bahwa kegagalan global dalam menangani perubahan iklim telah menimbulkan jutaan kematian setiap tahun akibat penyakit, panas ekstrem, dan bencana alam yang semakin sering terjadi.

Krisis Iklim = Krisis Kesehatan

Menurut WHO, perubahan iklim kini bukan lagi ancaman masa depan, melainkan masalah kesehatan paling mendesak di era modern. Laporan tersebut menyoroti bahwa 12 dari 20 indikator kesehatan global terkait iklim telah mencapai rekor terburuk sepanjang sejarah.

Dr. Jeremy Farrar, Asisten Direktur Jenderal WHO, menegaskan bahwa setiap kenaikan suhu bumi memperbesar risiko penyakit, gagal panen, dan kelangkaan air bersih.

“Krisis iklim adalah krisis kesehatan. Setiap derajat pemanasan berarti ancaman langsung bagi kehidupan manusia,” ujarnya dalam pernyataan resmi WHO.

Dampak Langsung bagi Masyarakat

Bagi masyarakat dunia, terutama di negara tropis seperti Indonesia, efeknya sudah mulai terasa. Gelombang panas menyebabkan kasus dehidrasi, stroke panas, dan penyakit kulit meningkat. Sementara itu, banjir dan kekeringan berdampak langsung pada kualitas air dan produksi pangan.

Para ibu rumah tangga diminta lebih waspada terhadap pola cuaca ekstrem yang dapat memicu penyakit seperti demam berdarah, diare, dan infeksi saluran pernapasan. WHO juga menekankan pentingnya menjaga pola makan bergizi dan memastikan ketersediaan air bersih di rumah.

Upaya Global Masih Lambat

WHO menyayangkan bahwa aksi global untuk menekan emisi karbon masih jauh dari target. Padahal, solusi sudah tersedia — mulai dari penggunaan energi terbarukan hingga sistem kesehatan adaptif terhadap perubahan iklim. Sayangnya, implementasi di banyak negara masih minim.

“Kita memiliki teknologi, pengetahuan, dan sumber daya. Yang kurang hanyalah kemauan politik dan kesadaran bersama,” tambah Farrar.

Apa yang Bisa Dilakukan Masyarakat?

WHO mendorong setiap rumah tangga untuk berperan aktif menjaga lingkungan, seperti:

  • Menghemat energi dan air di rumah,
  • Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai,
  • Menanam pohon di sekitar lingkungan,
  • Mendukung produk ramah lingkungan, dan
  • Mengikuti informasi cuaca dari BMKG secara rutin.

Langkah kecil di rumah dapat memberikan dampak besar bagi bumi — dan kesehatan keluarga.

Sumber: World Health Organization (WHO)
Ilustrasi : Behzad AI Visual Division
Editor: Tim Redaksi Behzad.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *