Behzad.id — Galesong.
Di sebuah desa pesisir bernama Galesong, Kabupaten Takalar, lahir seorang putra yang kelak menjadi sosok teladan di dunia kerja pemerintahan — Ariyanto Daeng Lotteng Karaeng Salewatang. Lahir pada tahun 1969, Ariyanto tumbuh dalam suasana kehidupan sederhana di pinggir laut, tempat nilai kejujuran dan kerja keras menjadi warisan turun-temurun.
Kini, ia menjabat sebagai Kepala Subbagian Umum dan Keuangan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar, posisi yang telah ia emban dengan penuh dedikasi sejak 30 September 2011 hingga sekarang. Dalam kesehariannya, Ariyanto dikenal sebagai sosok yang disiplin, santun, dan setia pada nilai-nilai keadilan serta tanggung jawab.
Namun, di balik ketegasannya dalam pekerjaan, tersimpan kisah lembut yang membuat banyak orang tersentuh. Ariyanto adalah suami dari Cherlina Alie Tachir, perempuan kelahiran 1973, yang menjadi teman hidupnya sejak mereka menikah pada 31 Mei 1994. Pasangan ini dikenal harmonis dan penuh kasih, membangun keluarga dengan pondasi saling menghormati dan mendukung dalam suka maupun duka.
Waktu berjalan, jabatan datang silih berganti, tapi satu hal tidak berubah: cinta mereka. Ariyanto tetap menjadi pria yang mencintai istrinya dengan cara yang tenang — bukan lewat kata-kata manis, tapi lewat tanggung jawab dan kesetiaan. Sementara Cherlina tetap menjadi wanita yang menemani dengan lembut, seperti laut yang selalu menerima ombaknya kembali.
Bagi mereka, rumah bukan sekadar tempat tinggal, melainkan tempat cinta berlabuh setiap hari. Dari Galesong hingga Makassar, dari masa muda hingga kini, kisah cinta mereka mengalir lembut — turun ke hati, menjadi teladan bagi banyak pasangan tentang arti setia dan bersyukur
Dari kisah mereka, tampak jelas bahwa keberhasilan seorang pria tidak hanya diukur dari jabatan yang ia emban, tetapi juga dari caranya menjaga cinta dan kesetiaan dalam rumah tangga. Ariyanto dan Cherlina telah menjadi contoh nyata bahwa kesuksesan sejati bukan hanya tentang karier, tetapi juga tentang keseimbangan antara pengabdian dan kasih sayang.
Seperti ombak Galesong yang tak pernah lelah menyapa pantai, semangat hidup Ariyanto pun tak pernah padam. Ia terus berjuang, bekerja, dan menginspirasi — membawa nilai-nilai kampung halamannya “turun ke hati”, mengalir lembut dalam setiap langkah pengabdiannya.
#AriyantoDaengLotteng #PTUNMakassar #GalesongTakalar #InspirasiKeluarga #BeritaMotivasi #FigurTeladan #BeritaMakassar #BehzadID












