Dedi Mulyadi Beri Dana Kompensasi ke 9.300 Warga Bogor yang Terdampak Tambang

BOGOR – Tokoh nasional dan mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, kembali menjadi sorotan publik setelah menyalurkan dana kompensasi kepada 9.300 warga Kabupaten Bogor yang terdampak aktivitas tambang. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang selama bertahun-tahun harus menanggung dampak lingkungan akibat kegiatan penambangan di sekitar tempat tinggal mereka.

Dalam keterangannya, Dedi menyebut bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmennya untuk memastikan keseimbangan antara ekonomi dan kelestarian lingkungan. Menurutnya, kemajuan pembangunan tidak boleh mengorbankan hak masyarakat sekitar.

“Masyarakat sudah terlalu lama menanggung debu, suara bising, dan air yang tercemar. Sudah seharusnya mereka mendapat hak berupa kompensasi dan perhatian,” ujar Dedi Mulyadi saat menyerahkan bantuan secara simbolis di Bogor, Jumat (31/10).

Dana kompensasi tersebut disalurkan langsung melalui perwakilan warga dari berbagai kecamatan yang masuk dalam zona terdampak tambang. Selain dana tunai, sebagian bantuan juga berbentuk program pemberdayaan ekonomi lokal, seperti pelatihan wirausaha dan bantuan alat usaha kecil.

Dedi juga menegaskan bahwa kebijakan kompensasi ini bukan semata-mata aksi sosial, melainkan langkah konkret untuk mendorong tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di sektor pertambangan. Ia meminta agar para pengusaha tambang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

“Perusahaan harus hadir untuk rakyat. Jangan hanya mengambil sumber daya, tapi juga memberi manfaat. Ini bukan soal uang, tapi soal tanggung jawab moral,” tegas Dedi.

Langkah Dedi Mulyadi ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk akademisi dan aktivis lingkungan. Mereka menilai inisiatif tersebut bisa menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi persoalan serupa.

Salah seorang warga penerima bantuan, Siti Aisyah (47), mengaku lega dan bersyukur atas perhatian tersebut.

“Selama ini kami merasa seperti tak diperhatikan. Jalan rusak, debu di mana-mana. Tapi sekarang kami merasa ada harapan,” ucapnya haru.

Pemerintah daerah Kabupaten Bogor juga menyambut baik inisiatif ini dan berjanji akan memperkuat pengawasan terhadap aktivitas tambang di wilayahnya agar lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dengan langkah ini, Dedi Mulyadi kembali menunjukkan komitmennya sebagai sosok yang tak hanya vokal dalam isu sosial dan budaya, tetapi juga nyata dalam tindakan membantu masyarakat kecil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *