Donald Trump Bakal Sambut Ahmed al‑Sharaa di Gedung Putih: Kunjungan Pertama Presiden Suriah ke AS

photo/Saudi Royal Palace

Jakarta, Rabu 5 November 2025 – Presiden Donald Trump akan menyambut Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa di Gedung Putih, menjadikannya kunjungan resmi pertama seorang pemimpin Suriah ke Amerika Serikat.

Rincian Kunjungan

  • Kunjungan dijadwalkan berlangsung sekitar 10 November 2025 di Washington D.C.

  • Al-Sharaa sebelumnya bertemu Trump di Arab Saudi pada Mei 2025, pertemuan yang menandai kontak pertama antara pemimpin AS dan Suriah dalam 25 tahun.

  • Pertemuan ini belum dikonfirmasi secara final dalam rilis publik resmi Gedung Putih, namun beberapa pejabat senior AS mengonfirmasi persiapan.

Mengapa Ini Penting?

  • Kunjungan ini menandai pergeseran diplomatik besar bagi AS–Suriah, yang selama ini hubungan keduanya mengalami isolasi dan sanksi berat.

  • AS telah mengajukan rancangan resolusi ke United Nations Security Council untuk mencabut sejumlah sanksi terhadap Suriah menjelang kunjungan ini.

  • Kemungkinan pembahasan topik-topik besar seperti:

    • Partisipasi Suriah dalam koalisi anti-teror bersama AS.

    • Rekonstruksi Suriah dan normalisasi hubungan diplomatik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Dampak & Tantangan

  • Bagi Suriah: Kunjungan menjadi titik balik potensi pembukaan kembali akses ke bantuan internasional dan investasi asing.

  • Bagi Amerika & Sekutu: Memunculkan risiko diplomasi kompleks, mengingat latar belakang Suriah yang penuh konflik dan keterkaitan masa lalu dengan kelompok teroris.

  • Tantangan utama:

    • Publik dan internasional akan menyoroti rekam jejak al-Sharaa, termasuk hubungannya dengan kelompok ekstremis di masa lalu.

    • AS harus menjaga keseimbangan antara rekonsiliasi diplomatik dan integritas kebijakan luar negeri, terutama terkait hak asasi dan stabilitas regional.

Kesimpulan

Kunjungan Presiden Ahmed al-Sharaa ke Gedung Putih dipandang sebagai momen bersejarah dalam hubungan AS–Suriah. Meski banyak potensi keuntungan diplomatik dan ekonomi, perjalanan ini tetap penuh tantangan dan sorotan global. Bagi pembaca yang mengikuti dinamika geopolitik, ini adalah perubahan yang layak diamat secara serius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *