Harga Emas Diprediksi Makin ‘Gila’ di 2026, Saatnya Borong atau Tunggu? Cek Faktanya!

JAKARTA, Behzad.id – Kabar gembira bagi Anda para pemburu “cuan” dari logam mulia. Emas kembali menjadi primadona dan diprediksi akan mengalami kenaikan harga yang jauh lebih kuat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Bukan tanpa alasan, melemahnya tekanan ekonomi dari Amerika Serikat (AS) dan situasi dunia yang tidak menentu membuat emas kini jadi incaran utama, baik bagi warga biasa maupun investor besar.

Mengapa Harga Emas Terus Naik?

Kunci utamanya ada pada kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed). Kabar burung soal penurunan suku bunga di AS kini bukan sekadar isapan jempol. Data inflasi di sana mulai menurun, yang artinya nilai dolar berisiko melemah.

Dalam kondisi seperti ini, emas biasanya langsung “naik daun”. Mengapa? Karena memegang emas dianggap jauh lebih menguntungkan dan aman daripada menyimpan uang dalam bentuk dolar atau obligasi saat bunga turun.

“Kondisi saat ini sangat mirip dengan fase awal kenaikan harga jangka panjang sebelumnya,” ungkap Brahmantya Himawan, Financial Analyst Finex, dalam keterangan resminya, Jumat (2/1/2026).

Perak: Si ‘Adik’ yang Mulai Menyalip

Menariknya, bukan cuma emas yang sedang naik daun. Perak kini mulai dilirik oleh para pedagang dan masyarakat yang ingin keuntungan lebih agresif.

Berbeda dengan emas yang hanya jadi simpanan aman (safe haven), perak punya keunggulan lain: dibutuhkan oleh pabrik. Mulai dari komponen mobil listrik hingga panel surya semuanya butuh perak. Karena kebutuhan industri yang melonjak, harga perak bahkan sempat naik lebih tinggi daripada emas dalam setahun terakhir.

“Perak punya karakter ganda. Dia logam mulia, tapi juga bahan industri penting. Ini yang bikin harganya bisa melompat lebih tinggi,” tambah Brahmantya.

Prediksi Harga 2026: Emas Tembus USD 5.000?

Para ahli memproyeksikan angka yang cukup fantastis untuk tahun 2026 ini:

  • Harga Emas: Berpotensi menyentuh USD 4.700 hingga USD 5.000 per troy ounce.

  • Harga Perak: Berpeluang mencapai USD 90 hingga USD 120 per troy ounce.

Tips Untuk Masyarakat: Harus Bagaimana?

Bagi masyarakat menengah ke bawah atau investor pemula, momen ini bisa menjadi peluang sekaligus tantangan. Berikut beberapa poin yang perlu diperhatikan:

  1. Gunakan Uang Dingin: Jika ingin membeli emas untuk simpanan masa depan (tabungan haji, pendidikan anak, atau dana darurat), emas tetap menjadi pilihan terbaik sebagai pelindung nilai uang dari inflasi.

  2. Pantau Tren: Bagi Anda yang suka jual-beli (trading) aktif, pergerakan harga saat ini sangat dinamis. Pastikan selalu mengikuti tren pasar.

  3. Disiplin Risiko: Jangan tergiur keuntungan cepat. Tetap gunakan manajemen keuangan yang disiplin agar tidak terjebak saat harga berfluktuasi.

Dengan ketidakpastian global yang masih membayangi, emas dan perak diyakini akan tetap menjadi aset favorit yang “tahan banting” di tahun 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *