Jakarta, 28 Oktober 2025 — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat lonjakan signifikan dalam pembukaan rekening bank baru di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Hingga akhir kuartal III, tercatat lebih dari 3,55 juta rekening baru telah dibuka oleh masyarakat, menandakan kemajuan nyata dalam upaya perluasan inklusi keuangan nasional.
Laporan tersebut dirilis OJK dalam Indonesia Financial Inclusion Report 2025, yang juga mengungkapkan peningkatan akses ke layanan digital banking, e-wallet, dan lembaga keuangan mikro di berbagai wilayah Indonesia.
“Peningkatan ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya terhadap sistem keuangan formal, terutama melalui platform digital,” kata Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner OJK, Selasa (28/10).
Digitalisasi Dorong Akses Keuangan Lebih Merata
Lonjakan pembukaan rekening didorong oleh ekspansi besar-besaran bank digital dan fintech di seluruh Indonesia.
Banyak masyarakat di daerah pedesaan kini dapat membuka rekening melalui layanan e-KYC (Electronic Know Your Customer) hanya dengan ponsel dan koneksi internet.
Menurut laporan Bank Indonesia, pengguna aktif layanan digital banking meningkat 35% dibanding tahun lalu, sementara transaksi digital mencapai Rp6.200 triliun hingga Oktober 2025.
“Akses finansial kini tak lagi terbatas di kota besar. Petani, nelayan, hingga pelaku UMKM di desa kini bisa menabung dan bertransaksi secara digital,” ujar Mahendra.
Pemerintah Dukung Lewat Program Satu Rekening Satu Pelajar
Program “Satu Rekening Satu Pelajar” (KEJAR) juga menjadi faktor utama meningkatnya inklusi keuangan.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan OJK dan perbankan nasional untuk memberikan rekening tabungan digital bagi pelajar sejak usia dini.
Program ini telah menjangkau lebih dari 18 juta pelajar di seluruh Indonesia dan diharapkan mampu membentuk budaya menabung serta literasi finansial sejak dini.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meski capaian ini positif, OJK menilai masih ada tantangan besar, terutama pada literasi keuangan masyarakat di daerah tertinggal dan keamanan siber.
Perlu ada peningkatan edukasi agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan keuangan digital dengan aman dan efektif.
“Inklusi keuangan tidak hanya soal akses, tetapi juga pemahaman dan perlindungan konsumen,” tegas Mahendra.
OJK menargetkan tingkat inklusi keuangan nasional mencapai 92% pada 2026, dengan literasi keuangan meningkat hingga 70%.
Sumber: Asia Insurance Review – Indonesia Regulator Notes Over 3.5M New Bank Accounts Opened as Financial Inclusion Expands
[Laporan OJK: Financial Inclusion Report 2025]
Ilustrasi : Behzad AI Visual Division
Editor: Tim Redaksi Behzad.id












