Behzad.id – Internasional
Penyelidikan pidana terhadap Ketua Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed), Jerome Powell, langsung memicu kekhawatiran global. Sejumlah pemimpin bank sentral dunia bergerak cepat menyatakan dukungan dan solidaritas demi menjaga independensi bank sentral.
Departemen Kehakiman AS (DOJ) dilaporkan telah melayangkan surat panggilan dewan juri kepada Federal Reserve. Langkah ini membuka kemungkinan dakwaan pidana yang dikaitkan dengan kesaksian Powell di hadapan Komite Perbankan Senat pada Juni tahun lalu, terkait proyek renovasi gedung bersejarah The Fed.
Menanggapi hal tersebut, para pemimpin bank sentral dunia mengeluarkan pernyataan bersama pada Selasa (13/1/2026). Mereka menegaskan dukungan penuh kepada Powell dan Sistem Federal Reserve.
“Kami berdiri sepenuhnya solid dengan Federal Reserve dan Ketua Federal Reserve Jerome H. Powell,” demikian pernyataan bersama yang ditandatangani sejumlah tokoh penting, termasuk Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde dan Gubernur Bank of England Andrew Bailey.
Para bankir sentral menegaskan bahwa independensi bank sentral merupakan fondasi utama stabilitas harga, keuangan, dan ekonomi global. Mereka mengingatkan bahwa tekanan politik terhadap kebijakan moneter dapat membahayakan kepentingan masyarakat luas.
Pernyataan itu juga menegaskan bahwa Powell telah menjalankan tugasnya dengan integritas, fokus pada mandat stabilitas harga dan penciptaan lapangan kerja. Dukungan serupa datang dari kepala bank sentral Brasil, Swiss, Swedia, Denmark, Korea Selatan, Australia, dan Kanada.
Sebelumnya, Powell mengonfirmasi bahwa jaksa federal membuka penyelidikan pidana terkait proyek renovasi kantor pusat The Fed di Washington DC senilai sekitar 2,5 miliar dolar AS, serta kesaksiannya di hadapan Kongres.
Namun, Powell menilai penyelidikan ini tidak lepas dari tekanan politik Presiden AS Donald Trump, yang selama ini mendesak The Fed untuk menurunkan suku bunga secara agresif.
“Ancaman tuntutan pidana ini merupakan konsekuensi dari keputusan Federal Reserve yang menetapkan suku bunga berdasarkan penilaian ekonomi terbaik, bukan mengikuti keinginan Presiden,” kata Powell dalam pernyataan resminya.
Powell memperingatkan, kasus ini akan menjadi ujian besar bagi masa depan independensi bank sentral Amerika Serikat. Ia menegaskan akan tetap menjalankan tugasnya secara profesional, tanpa takut tekanan politik.












