Behzad.id — Gelombang penolakan internasional muncul menyusul langkah Israel yang menyatakan pengakuan terhadap Somaliland sebagai negara merdeka. Lebih dari 20 negara dari kawasan Timur Tengah, Afrika, serta anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) secara tegas menolak sikap tersebut karena dinilai berpotensi mengganggu stabilitas regional dan keamanan global.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Minggu (28/12/2025), negara-negara tersebut menyatakan keprihatinan mendalam atas dampak serius yang dapat ditimbulkan dari langkah Israel. Mereka menilai pengakuan sepihak terhadap Somaliland—wilayah yang memisahkan diri dari Somalia—merupakan tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan berisiko memperburuk situasi geopolitik di kawasan Tanduk Afrika dan Laut Merah.
“Mengingat dampak serius dari tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya tersebut terhadap perdamaian dan keamanan di Tanduk Afrika, Laut Merah, serta dampaknya terhadap perdamaian dan keamanan internasional secara keseluruhan,” demikian bunyi pernyataan bersama yang dikutip dari AFP.
Penolakan ini tidak hanya berfokus pada aspek kedaulatan Somalia, tetapi juga menyoroti implikasi politik yang lebih luas. Dalam pernyataan tersebut, negara-negara penandatangan menegaskan penolakan penuh terhadap segala upaya yang mengaitkan pengakuan Somaliland dengan agenda lain di kawasan, termasuk isu Palestina.
Mereka secara eksplisit menentang kemungkinan keterkaitan langkah Israel tersebut dengan upaya paksa untuk memindahkan atau mengusir rakyat Palestina dari tanah mereka. Menurut mereka, praktik semacam itu bertentangan dengan hukum internasional dan prinsip-prinsip dasar perdamaian global.
Sejumlah pengamat menilai penolakan kolektif ini mencerminkan kekhawatiran dunia internasional terhadap meningkatnya praktik pengakuan sepihak yang dapat menjadi preseden berbahaya. Jika dibiarkan, langkah serupa dikhawatirkan memicu konflik baru dan memperdalam ketegangan geopolitik di kawasan strategis yang selama ini rawan konflik.
Hingga berita ini diturunkan, Israel belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan penolakan dari puluhan negara tersebut. Sementara itu, komunitas internasional terus mendorong penyelesaian konflik melalui dialog, penghormatan terhadap kedaulatan negara, serta kepatuhan pada hukum internasional.












