JAKARTA — Pemerintah Indonesia resmi mempercepat pencairan enam jenis bantuan sosial (bansos) mulai Selasa, 15 Oktober 2025. Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat, menekan inflasi, dan memperkuat pemulihan ekonomi nasional menjelang akhir tahun.
Kebijakan percepatan ini diumumkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Kementerian Keuangan dan Badan Pangan Nasional, yang akan memantau langsung proses penyaluran agar tepat sasaran.
Enam Jenis Bansos yang Dipercepat Pencairannya
Berikut daftar 6 bansos yang mulai disalurkan secara serentak pada pertengahan Oktober 2025:
- Program Keluarga Harapan (PKH)
- Diterima oleh keluarga penerima manfaat (KPM) dengan kategori ibu hamil, balita, lansia, disabilitas, dan anak sekolah.
- Disalurkan melalui Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA).
- Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)
- Diberikan dalam bentuk saldo elektronik untuk membeli kebutuhan pokok di e-Warung.
- Total penerima mencapai 18 juta KPM di seluruh Indonesia.
- Bantuan Langsung Tunai (BLT) El Nino 2025
- Bantuan Rp600.000 per keluarga yang terdampak kekeringan dan gagal panen.
- Penyaluran melalui kantor Pos Indonesia.
- Subsidi Beras 10 Kg per Bulan
- Program dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) bekerja sama dengan Perum Bulog, menyasar lebih dari 22 juta keluarga.
- Bansos Pangan Telur dan Daging Ayam
- Diperuntukkan bagi keluarga berisiko stunting, guna memperbaiki gizi anak.
- Distribusi dilakukan lewat jaringan toko pangan lokal.
- Bantuan Sosial Tunai (BST) Tambahan Akhir Tahun
- Bantuan sementara menjelang Natal dan Tahun Baru 2026, untuk menjaga stabilitas harga pangan.
Jadwal dan Mekanisme Penyaluran Bansos Oktober 2025
Pencairan dimulai 15 Oktober 2025 dan akan berlangsung bertahap hingga 30 November 2025.
Masyarakat dapat memantau status penerimaan melalui:
- Situs resmi: https://cekbansos.kemensos.go.id
- Aplikasi Cek Bansos Kemensos RI
- Kantor kelurahan/desa setempat
“Kami pastikan bansos kali ini lebih cepat dan tepat sasaran. Sistem digitalisasi data penerima terus diperbaiki agar tidak tumpang tindih,” ujar Menteri Sosial Tri Rismaharini, di Jakarta, Selasa (15/10).
Tujuan Utama: Menjaga Daya Beli dan Stabilitas Harga
Pemerintah menegaskan bahwa percepatan penyaluran ini merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi nasional, terutama akibat naiknya harga beras, pangan, dan BBM.
Kemensos juga bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memastikan transparansi penyaluran, termasuk menindaklanjuti laporan penyimpangan melalui kanal Lapor! dan Inspektorat Jenderal Kemensos.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Menurut Kementerian Keuangan, total anggaran untuk percepatan enam bansos ini mencapai Rp87,4 triliun yang bersumber dari APBN 2025.
Langkah ini diyakini akan memberi efek langsung terhadap:
- Penurunan tingkat kemiskinan ekstrem,
- Peningkatan konsumsi rumah tangga,
- Serta memperkuat pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025
Editor : Tim Redaksi Behzad.id
Ilustrasi : Behzad AI Visual Division
Sumber : BatamPos.co.id – Pemerintah Kebutan Pencairan 6 Jenis Bansos Mulai 15 Oktober 2025
Kemensos RI – Cek Penerima Bansos
Kemenkeu.go.id – Program Bantuan Sosial 2025












