Polresta Yogyakarta Bongkar Love Scamming Internasional di Sleman, Omzet Tembus Puluhan Miliar per Bulan

Polresta Yogyakarta saat konfrensi pers kasus love scamming sasar warga negara asing, Rabu (7/1/2025)(KOMPAS.COM/WISANG SETO PANGARIBOWO)

YOGYAKARTA – Polresta Yogyakarta berhasil membongkar praktik love scamming tingkat internasional yang beroperasi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dalam pengungkapan tersebut, polisi menetapkan enam orang tersangka dari sebuah perusahaan bernama PT Altair Trans Services.

Kasus ini terungkap saat Polresta Yogyakarta melakukan patroli siber dan menemukan unggahan lowongan kerja mencurigakan di media sosial Facebook. Setelah dilakukan pendalaman, polisi mendapati aktivitas ilegal yang berpusat di kantor PT Altair Trans Services di Jalan Gito Gati, Sleman.

Polisi kemudian melakukan penggerebekan pada Senin (5/1/2026) dan mengamankan enam orang tersangka.

“Enam tersangka yang diamankan yakni inisial R (35) sebagai CEO atau pemilik, H (33) sebagai HRD, P sebagai project manager, V sebagai tim leader, G (22) sebagai tim leader, dan M sebagai project manager,” ujar Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia, Rabu (7/1/2026).

Modus Love Scamming Berkedok Aplikasi Kencan

Pandia menjelaskan, PT Altair Trans Services berperan sebagai penyedia tenaga kerja untuk klien asal China. Perusahaan ini mempekerjakan sekitar 200 karyawan yang bertugas melakukan percakapan di aplikasi kencan daring.

Target korban adalah warga negara asing dari Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Inggris. Para karyawan berperan sebagai perempuan fiktif sesuai negara asal korban.

“Karyawan melakukan pendekatan bujuk rayu hingga korban mau membeli koin dan mengirim gift,” jelas Pandia.

Setelah hubungan dianggap dekat, korban dikirimi konten foto dan video pornografi. Untuk membuka konten tersebut, korban diwajibkan membeli koin dalam jumlah tertentu.

“Konten pornografi sudah disiapkan perusahaan dan diinstal di HP serta laptop karyawan,” tambahnya.

Omzet Love Scamming Capai Puluhan Miliar

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta Kompol Rizky Adrian mengungkapkan, praktik ini telah berjalan selama satu tahun dan menghasilkan omzet sangat fantastis.

“Setiap shift ditargetkan mengumpulkan sekitar 2 juta koin per bulan, di mana 16 koin setara 5 dolar AS. Jika dikalkulasikan, omzet per shift bisa mencapai lebih dari Rp10 miliar per bulan,” kata Rizky.

Dalam satu hari, perusahaan menjalankan tiga shift kerja, sehingga total omzet bisa mencapai puluhan miliar rupiah setiap bulan.

Aplikasi yang digunakan bernama WOW, merupakan aplikasi kloningan dari China. Seluruh konten pornografi yang digunakan diunduh dari internet dan ditambahkan secara manual oleh perusahaan.

Otak Love Scamming Libatkan WNA China

Rizky menyebutkan, dalam operasional ini terdapat keterlibatan warga negara asing (WNA) asal China. Polisi telah mengantongi identitas mereka dan berkoordinasi dengan Hubungan Internasional (Hubinter) Polri untuk diteruskan ke Interpol.

“Kami sudah berkomunikasi dengan Hubinter yang akan berkoordinasi dengan Interpol,” tegasnya.

Karyawan PT Altair juga diketahui menggunakan profil palsu dan mengaku sebagai pemeran dalam konten pornografi yang dikirim kepada korban.

“Ini murni fake profile. Mereka mengaku sebagai pemeran di foto atau video tersebut,” jelas Rizky.

Kantor Cabang di Lampung

Selain di Sleman, PT Altair Trans Services juga diketahui memiliki kantor cabang di Lampung dengan modus serupa. Polresta Yogyakarta telah berkoordinasi dengan Polda Lampung untuk pengembangan kasus.

“Kantor di Lampung juga memiliki ratusan karyawan dan modusnya hampir sama,” ungkap Rizky.

Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

Atas perbuatannya, keenam tersangka dijerat dengan sejumlah pasal, di antaranya UU KUHP Nomor 1 Tahun 2023, UU ITE, serta UU Pornografi.

“Ancaman hukuman minimal 6 bulan dan maksimal 10 tahun penjara,” tutup Pandia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *