Rekam Jejak She Zhijiang, Bos Besar Scam dan Judi Online Myanmar yang Kini Diekstradisi ke China

She Zhijiang, Bos Besar Scam dan Judi Online

Behzad.id – Bangkok, 13 November 2025
Nama She Zhijiang kembali mencuat ke publik setelah pemerintah Thailand resmi mengekstradisi pria asal China itu ke negaranya. She, yang dikenal sebagai otak di balik jaringan judi online dan penipuan siber lintas negara, telah menjadi buronan internasional selama lebih dari satu dekade.

Diekstradisi Setelah 10 Tahun Buron

She Zhijiang, pria kelahiran 1982 asal Provinsi Hunan, China, ditangkap oleh aparat Thailand pada tahun 2022 setelah adanya red notice dari Interpol. Penangkapannya dilakukan di Bangkok berdasarkan permintaan resmi pemerintah China, yang menuduhnya menjalankan imperium judi online ilegal dan bisnis penipuan digital berskala besar.

Setelah melalui serangkaian proses hukum panjang, Pengadilan Banding Thailand akhirnya menguatkan keputusan untuk menyerahkan She kepada otoritas China. Pada Rabu, 12 November 2025, She diberangkatkan dari Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, dengan pengawalan ketat dua petugas keamanan menuju pesawat yang membawanya ke Beijing.

Mendirikan “Kota Kriminal” di Myanmar

Selama masa pelariannya, She dikenal sebagai sosok berpengaruh di kawasan perbatasan Myanmar–Thailand, khususnya di wilayah Shwe Kokko, negara bagian Karen. Di kawasan itu, ia dikabarkan mendirikan proyek pembangunan berskala besar yang disebut-sebut sebagai “kota digital” namun justru berkembang menjadi sarang aktivitas kriminal.

Menurut laporan sejumlah media internasional, proyek yang dikendalikan oleh She tersebut menjadi markas operasi penipuan daring, perdagangan manusia, hingga perjudian online yang menjerat ribuan korban dari berbagai negara Asia Tenggara. Aktivitas ilegal itu bahkan disebut melibatkan jaringan mafia lintas negara, dengan dukungan dari sejumlah milisi lokal.

Modus Bisnis Gelap Bertopeng Investasi

She menjalankan operasi ilegalnya dengan menyamarkan aktivitas tersebut sebagai investasi properti dan teknologi. Namun di balik kemegahan proyek “kota pintar” itu, tersimpan jaringan server dan pusat kendali operasi scam online, yang menargetkan korban dari Tiongkok, Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

Banyak korban melaporkan mengalami pemerasan, penyekapan, hingga kekerasan fisik setelah menolak terlibat lebih jauh dalam bisnis gelap tersebut. Otoritas Myanmar sempat berulang kali mendapat tekanan internasional untuk membongkar jaringan tersebut, namun pengaruh ekonomi She di wilayah itu membuat penindakannya berjalan lambat.

China Bergerak Cepat

Pemerintah China menyambut ekstradisi ini sebagai langkah besar dalam perang melawan kejahatan digital lintas negara. Media pemerintah setempat melaporkan bahwa She akan segera dihadapkan pada dakwaan resmi terkait pencucian uang, penipuan daring, dan operasi judi ilegal.

Seorang juru bicara Kementerian Keamanan Publik China menyatakan bahwa tindakan ini menunjukkan komitmen Beijing dalam menindak tegas warga negaranya yang menyalahgunakan teknologi untuk aktivitas kriminal global.

Akhir dari Pelarian Panjang

Bagi banyak pihak, penangkapan dan ekstradisi She Zhijiang menandai akhir dari kisah kelam dunia judi online dan scam internasional yang telah memakan banyak korban di Asia Tenggara. Meski demikian, otoritas masih terus menelusuri jaringan luas yang pernah dibangunnya, karena diyakini sebagian aset dan operator masih aktif beroperasi di wilayah perbatasan Myanmar.


Editor: Tim Redaksi Behzad.id
Sumber: Reuters, Bangkok Post, Channel News Asia, laporan investigasi internasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *