LUMAJANG – Harapan baru muncul bagi warga terdampak bencana erupsi Gunung Semeru. Sebanyak 651 prajurit tempur dari Divisi Infanteri 2/Kostrad diterjunkan langsung ke lokasi bencana untuk mempercepat proses penanganan, Minggu (23/11/2025).
Kehadiran pasukan elit ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang sedang berjuang memulihkan kehidupan pasca-erupsi. Panglima Divisi Infanteri 2/Kostrad, Mayjen TNI Susilo, secara langsung memimpin penurunan pasukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
“Kita terjunkan 651 pasukan untuk membantu percepatan proses penanganan bencana erupsi Gunung Semeru,” tegas Mayjen Susilo saat diwawancarai di Lumajang.
Menurutnya, penanganan bencana membutuhkan gerak cepat dan terkoordinasi dengan baik. Kehadiran pasukan TNI adalah bagian dari upaya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Tugas Jelas: Evakuasi Barang Berharga hingga Dapur Lapangan
Ratusan prajurit yang diterjunkan bukan tanpa misi. Mereka telah dibagi menjadi beberapa tim dengan tugas spesifik untuk menyentuh kebutuhan langsung masyarakat.
Mayjen Susilo menjelaskan, ada beberapa batalyon yang akan ditugaskan untuk berbagai macam bantuan. “Kita ada beberapa batalion yang nanti bisa membantu mulai dari alat berat, pelayanan kesehatan, dan dapur lapangan,” jelasnya.
Berikut adalah tiga fokus utama bantuan yang akan diberikan:
- Evakuasi dan Pembersihan: Pasukan akan membantu warga mengevakuasi barang-barang berharga yang tertinggal di dalam rumah, serta membersihkan material vulkanik menggunakan alat berat.
- Dapur Lapangan: Untuk memastikan ketersediaan makanan bagi pengungsi dan relawan, dapur lapangan akan segera didirikan.
- Posko Kesehatan: Layanan kesehatan gratis juga akan disiapkan untuk memantau kesehatan warga, terutama anak-anak dan lansia, yang rentan terhadap penyakit pasca-bencana.
Tidak Hanya Personel, Alat Berat Pun Disiagakan
Sebelum menurunkan pasukan, Mayjen Susilo terlebih dahulu meninjau langsung lokasi bencana. Tinjauan ini bertujuan untuk melakukan pemetaan yang akurat sebagai dasar perencanaan penanganan bencana untuk beberapa hari ke depan.
Hasil pemetaan ini menjadi dasar penurunan tidak hanya personel, tetapi juga sejumlah alat berat. Alat-alat berat ini akan difokuskan untuk mengevakuasi tumpukan material vulkanik yang menutupi akses jalan dan permukiman warga.
Dengan pendekatan yang komprehensif ini, diharapkan proses evakuasi dan normalisasi di wilayah terdampak dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
Kehadiran ratusan pasukan TNI ini menjadi angin segar bagi warga yang tengah berduka. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan relawan diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan memberikan rasa aman bagi seluruh korban bencana erupsi Gunung Semeru.












