Caracas, behzad.id – Pemerintah Venezuela mengumumkan bahwa mereka berhasil menggagalkan operasi rahasia yang diduga dirancang oleh Central Intelligence Agency (CIA) Amerika Serikat. Operasi tersebut disebut bertujuan memicu ketegangan militer di kawasan Karibia, di tengah meningkatnya hubungan diplomatik yang memburuk antara Caracas dan Washington.
Dalam pernyataan resmi yang disiarkan melalui televisi nasional, Menteri Komunikasi dan Informasi Venezuela, Jorge Rodríguez, menegaskan bahwa intelijen nasional telah mengidentifikasi dan menghentikan upaya infiltrasi yang “dirancang untuk menciptakan kekacauan dan membenarkan intervensi asing.”
“Kami memiliki bukti kuat bahwa agen-agen CIA berupaya mengorganisir operasi sabotase terhadap instalasi militer dan pelabuhan di wilayah pesisir utara. Tujuannya adalah menciptakan insiden yang dapat memicu konfrontasi bersenjata di Karibia,” ujar Rodríguez dalam konferensi pers di Caracas, Selasa (28/10/2025).
Pemerintah Venezuela menuduh beberapa aktor politik oposisi dalam negeri turut berperan dalam mendukung operasi tersebut, dengan bantuan logistik dari luar negeri. Namun, pihak berwenang belum mempublikasikan identitas para tersangka atas alasan keamanan nasional.
Di sisi lain, Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS membantah tuduhan tersebut, menyebut klaim Venezuela sebagai “propaganda politik” menjelang pemilihan umum legislatif di negara itu. Namun, beberapa pengamat internasional menilai bahwa hubungan kedua negara memang tengah berada di titik terendah dalam satu dekade terakhir.
Hubungan antara Washington dan Caracas telah memburuk sejak sanksi ekonomi dijatuhkan kepada pemerintahan Presiden Nicolás Maduro. AS menuding rezim Venezuela melakukan pelanggaran HAM dan korupsi, sementara Venezuela menuduh AS berupaya menggulingkan pemerintahannya melalui tekanan politik dan ekonomi.
Analis hubungan internasional menilai insiden terbaru ini dapat memperburuk stabilitas kawasan Karibia, terutama karena Venezuela tengah memperkuat hubungan strategis dengan Rusia, Tiongkok, dan Iran.
“Jika tuduhan ini benar, maka risiko konflik terbuka antara Venezuela dan kekuatan Barat dapat meningkat. Ini bukan lagi sekadar perang propaganda, tetapi pertarungan geopolitik,” ujar Profesor Carlos Mendoza dari Universitas Simón Bolívar.
Pemerintah Venezuela menegaskan pihaknya akan membawa kasus ini ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menuntut penyelidikan internasional. Maduro juga menyerukan negara-negara di kawasan Amerika Latin agar bersatu menentang “upaya kolonialisme baru” yang mengancam kedaulatan wilayah mereka.
Sumber: Reuters, Al Jazeera, Telesur, CNN Español












