MAKASSAR – Pukul tiga sore, biasanya menjadi tanda berakhirnya aktivitas di kantor dan kampus. Namun, bagi warga Makassar dan sekitarnya, waktu ini belakangan berubah menjadi sinyal “bahaya” dari langit. Memasuki November, puncak musim hujan mulai terasa. Hujan deras yang kering tiba-tiba di sore hari, menjadi pemandangan biasa dan sebuah tantangan tersendiri bagi para pekerja, pelajar, dan mahasiswa yang sedang dalam perjalanan pulang.
Pola Hujan Sore Hari, Tantangan Rutin Para Komuter
Berdasarkan pola cuaca yang terjadi setiap tahunnya, bulan November hingga Januari adalah puncak musim hujan di wilayah Indonesia bagian timur, termasuk Sulawesi Selatan. Khusus di Makassar, hujan seringkali turun dengan intensitas tinggi pada sore hingga malam hari, bertepatan dengan jam pulang kerja dan kuliah.
Kondisi ini bukan hanya menyebabkan kemacetan panjang, tetapi juga meningkatkan risiko kesehatan dan keselamatan. Terpapar hujan langsung dapat memicu berbagai penyakit, seperti demam, flu, hingga masuk angin, yang tentu saja dapat mengganggu produktivitas keesokan harinya.
Jas Hujan: Bukan Sekadar Penahan Air, Tapi Investasi Kesehatan
Di tengah guyuran hujan sore hari, jas hujan bertransformasi dari sekadar aksesoris menjadi sebuah “perisai” esensial. Bagi para pengguna kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor, jas hujan adalah perangkat wajib yang tidak bisa ditawar lagi.
Menggunakan jas hujan bukan hanya soal menjaga pakaian agar tidak basah. Lebih dari itu, ini adalah bentuk investasi sederhana untuk menjaga kesehatan tubuh. Badan yang kering dan terlindungi dari hembusan angin dingin saat hujan akan lebih kebal terhadap ancaman penyakit. Ini adalah langkah preventif yang jauh lebih murah dibandingkan biaya berobat.
Tips Memilih dan Menggunakan Jas Hujan yang Efektif
Agar perlindungan maksimal, pemilihan dan penggunaan jas hujan tidak boleh sembarangan. Berikut beberapa tips yang bisa Anda ikuti:
-
Pilih Bahan yang Berkualitas: Pilihlah jas hujan berbahan PVC atau parasut yang tebal dan kedap air. Bahan ini tidak hanya tahan air, tetapi juga lebih tahan terhadap angin kencang yang sering menyertai hujan.
-
Model Setelan Lebih Direkomendasikan: Jas hujan model setelan (terdiri dari jaket dan celana) memberikan perlindungan yang lebih menyeluruh dibandingkan model mantel. Tubuh Anda akan tetap kering dari atas hingga ke bawah, mengurangi risiko masuk angin.
-
Perhatikan Fitur Keamanan: Cari jas hujan yang dilengkapi dengan reflektor atau scotchlite di bagian depan dan belakang. Fitur ini sangat penting untuk meningkatkan visibilitas Anda di tengah hujan dan kondisi gelap, sehingga pengendara lain bisa melihat keberadaan Anda dari jarak jauh.
-
Pastikan Ukuran Pas: Gunakan jas hujan dengan ukuran yang pas, tidak terlalu ketat atau terlalu longgar. Ukuran yang pas akan memastikan Anda tetap nyaman dan leluasa dalam mengendarai kendaraan.
- Bagi Kamu Yang Mau Butuh Jas Hujan Murah Meriah Berkualitas Klik disini
Lebih dari Jas Hujan: Tetap Waspada di Jalan
Selain menyiapkan jas hujan, ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan untuk menjaga keselamatan:
- Kurangi Kecepatan: Jalanan yang basah membuat daya cengkram ban berkurang. Kurangi kecepatan dan jaga jarak aman dengan kendaraan di depan Anda.
- Periksa Kendaraan: Pastikan rem, lampu utama, dan lampu sein berfungsi dengan baik sebelum berkendara.
- Hindari Genangan: Jika memungkinkan, hindari melewati genangan air yang terlalu dalam untuk mencegah mogok atau kecelakaan tak terduga.
Musim hujan adalah bagian dari siklus tahunan yang tidak bisa dihindari. Kunci untuk tetap produktif dan sehat adalah dengan persiapan yang matang. Jangan remehkan guyuran hujan sore hari di Makassar. Selalu siapkan jas hujan Anda, dan jaga kesehatan serta keselamatan di setiap perjalanan. Selamat tiba di tujuan.












