Jakarta, 18 Oktober 2025 — BEHZAD.ID
Insiden drone yang sering terjadi di berbagai bandara Eropa belakangan ini memicu gelombang perombakan sistem keamanan udara. Menurut laporan dari Reuters, sebagian besar infrastruktur aerodrome (bandara dan fasilitas udara sekitarnya) di Eropa belum dilengkapi sistem pertahanan drone yang memadai.
Kerentanan Infrastruktur Udara Eropa
- Hingga kini, sampai 99% infrastruktur udara Eropa belum memiliki kemampuan deteksi dan pertahanan terhadap drone.
- Insiden drone yang menutup bandara selama beberapa jam belakangan ini mendorong transformasi cepat di bidang sistem pertahanan udara.
- Perusahaan pertahanan seperti MyDefence di Denmark mencatat lonjakan permintaan tinggi akan sistem anti-drone berbasis AI dan sensor elektronik.
Respons dan Inisiatif Eropa
- NATO mendukung upaya peningkatan anggaran pertahanan udara hingga 400% guna memperkuat perlindungan terhadap ancaman drone.
- Inisiatif baru — European Drone Defence Initiative — diusulkan sebagai upaya menciptakan jaringan pertahanan drone skala Eropa yang akan mendeteksi dan menanggapi ancaman udara dengan lebih efisien.
- Proyek-proyek flagship seperti “drone wall” dan penguatan perbatasan timur Eropa turut diusulkan sebagai bagian dari roadmap perlindungan udara Eropa.
Sumber berita:
Reuters — “2025 events drive global race for aerodrome defence”
Reuters — “EU Commission to propose new anti-drone system be fully operational by end-2027”
Reuters — “EU proposes ‘flagship’ defence projects to counter drones, protect eastern border”
Ilustrasi : Behzad AI Visual Division
Editor: Tim Redaksi Behzad.id












