Behzad.id — Dunia pendidikan keperawatan tengah memasuki babak baru. Teknologi metaverse yang dulu dianggap hanya milik dunia hiburan, kini mulai menembus ruang-ruang belajar mahasiswa keperawatan. Melalui teknologi realitas virtual (VR) dan realitas tertambah (AR), proses belajar menjadi lebih interaktif, aman, dan mendekati pengalaman klinis nyata.
Revolusi Digital di Dunia Keperawatan
Metaverse adalah ruang digital tiga dimensi di mana pengguna bisa berinteraksi, belajar, dan berlatih dalam lingkungan virtual yang imersif. Dalam konteks keperawatan, metaverse memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berlatih prosedur medis dan komunikasi dengan pasien tanpa risiko terhadap manusia nyata.
Mahasiswa keperawatan kini dapat menjelajahi tubuh manusia dalam bentuk 3D, melakukan simulasi tindakan medis seperti pemasangan infus, hingga latihan komunikasi terapeutik dengan avatar pasien. Semua dilakukan dalam ruang digital yang aman dan realistis
Bukti Ilmiah: Belajar Lebih Cepat, Lebih Efektif
Sejumlah penelitian internasional menunjukkan bahwa penggunaan metaverse dalam pendidikan keperawatan dapat meningkatkan hasil belajar secara signifikan.
Mahasiswa yang belajar menggunakan simulasi metaverse mencatat peningkatan skor rata-rata dari 5,18 menjadi 7,93 dalam pemahaman anatomi dan fisiologi.
Selain itu, studi yang dipublikasikan di BMC Nursing pada 2025 menemukan bahwa mahasiswa dengan pandangan positif terhadap metaverse memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi dan lebih percaya diri dalam menghadapi situasi klinis nyata.
“Metaverse memungkinkan mahasiswa belajar melalui pengalaman langsung tanpa takut membuat kesalahan yang berisiko,” kata Dr. Hye Jin Lee, peneliti pendidikan keperawatan dari Seoul National University.
Manfaat Metaverse bagi Pendidikan Keperawatan
Menurut “Dr. Ns. Abd Hady J, S.ST, S.Kep,. M.Kes” Pengajar dan Peneliti Poltekkes Kemenkes Makassar saat diskusi dengan Tim dari PT. Metanesia Media Global pengembang Dunia Metaverse di Makassar, ada beberapa manfaat Metaverse bagi Pendidikan Keperawatan yakni :
- Simulasi Aman dan Realistis
Mahasiswa bisa mempraktikkan keterampilan klinis tanpa risiko bagi pasien. - Pembelajaran Fleksibel
Dapat diakses kapan pun dan di mana pun, termasuk di daerah dengan fasilitas pendidikan terbatas. - Kolaborasi Virtual
Mahasiswa lintas jurusan seperti kedokteran dan farmasi dapat belajar bersama dalam ruang digital yang sama. - Meningkatkan Keterlibatan dan Motivasi
Lingkungan belajar yang interaktif membuat proses pendidikan lebih menarik dan partisipatif.
Tantangan yang Harus Dihadapi
Meski potensinya besar, integrasi metaverse ke dalam pendidikan keperawatan masih menghadapi sejumlah kendala, seperti:
- Biaya tinggi untuk perangkat VR dan jaringan internet cepat.
- Kesiapan tenaga pengajar yang harus memahami teknologi baru.
- Isu etika dan privasi dalam penggunaan data digital.
- Akses yang belum merata di seluruh wilayah Indonesia.
Namun, Dr. Hady menilai bahwa tantangan ini hanya bersifat sementara. Seiring dengan peningkatan infrastruktur digital dan literasi teknologi, pendidikan berbasis metaverse akan semakin mudah diterapkan.
Langkah Strategis Menuju Implementasi Metaverse
Agar metaverse dapat diadopsi secara efektif dalam pendidikan keperawatan, institusi pendidikan disarankan untuk:
- Melakukan pilot project di kelas kecil terlebih dahulu.
- Melatih dosen dan instruktur dalam penggunaan teknologi VR.
- Menyesuaikan kurikulum hibrida, menggabungkan metode tradisional dan virtual.
- Melakukan evaluasi rutin terhadap hasil belajar dan kepuasan mahasiswa.
- Menjalin kerja sama dengan pengembang teknologi lokal untuk efisiensi biaya.
Masa Depan Pendidikan Keperawatan Indonesia
Metaverse berpotensi menjadi solusi besar bagi pendidikan keperawatan di Indonesia, terutama dalam mengatasi keterbatasan fasilitas praktik dan risiko keselamatan pasien.
Dengan pendekatan imersif dan kolaboratif, mahasiswa keperawatan dapat mempersiapkan diri lebih baik menghadapi situasi klinis di dunia nyata.
Integrasi teknologi metaverse bukan berarti menggantikan pengalaman praktik langsung, melainkan menjadi pelengkap yang kuat — menghadirkan pembelajaran modern, adaptif, dan lebih relevan dengan era digital kesehatan masa depan.
Sumber : BMC Nursing (2025), PubMed, SCIPublications, IJLTER, he02.tci-thaijo.org
Ilustrasi : Behzad AI Visual Division
Editor: Tim Redaksi Behzad.id












