MAKASSAR, behzad.id – Sebuah momen bersejarah dan penuh prestise terjadi di Aula PMI Kota Makassar, Sabtu (8/11/2025). Sederet alumni SMA Negeri 09 Makassar, yang kini bergerak sebagai pelaku UMKM, terpilih menjadi salah satu segmen peserta paling antusias dalam peluncuran program “AI for MSME ASEAN 2025”. Mereka bukan sekadar hadir; mereka menjadi pionir pertama yang mendapatkan peta jalan untuk menguasai teknologi Kecerdasan Buatan (AI) di level regional.
Acara yang diselenggarakan oleh AIM ASEAN (AI for MSME Advancement in ASEAN)—inisiatif bergengsi dari ASEAN Foundation yang didukung oleh Google.org dan ADB—ini bukanlah pelatihan biasa. Ini adalah gerbang bagi mereka yang siap membuat lompatan kuantum dalam bisnisnya, meninggalkan kompetitor yang masih bertahan dengan cara-cara konvensional.
Senjata Rahasia untuk Masa Depan Bisnis
Di tengah ruangan yang penuh dengan eksekutif dan relawan, para alumni SMA 09 Makassar menunjukkan semangat yang luar biasa. Mereka menyadari bahwa materi yang dipaparkan oleh Muh Iqbal Gunawan, Master Trainer AIM ASEAN, bukan sekadar teori, melainkan senjata rahasia untuk bertahan di era disruptif.
“Bayangkan, bisa memprediksi tren pasar, mengotomatiskan iklan yang paling efektif, dan mengelola keuangan bisnis hanya dengan bantuan AI. Inilah yang dipelajari teman-teman alumni SMA 09 hari ini. Ini adalah keuntungan kompetitif yang tidak ternilai harganya,” ujar Syahrir Sanusi (Kak Riri), CEO PT Metanesia Media Global, dengan penuh keyakinan.
Para alumni ini mendapatkan akses eksklusif untuk memahami penerapan praktis AI, mulai dari smart e-commerce yang bisa meningkatkan penjualan hingga 300%, hingga strategi pemasaran digital yang mampu menyasar calon pelanggan paling potensial dengan biaya minimal. Ilmu ini biasanya hanya diakses oleh perusahaan besar dengan dana tak terbatas, namun hari ini, berada di genggaman para alumni SMA 09.
Momen yang Mungkin Tidak Akan Terulang
Bagi para alumni SMA 09 Makassar yang memilih untuk tidak hadir, Sabtu ini mungkin terasa seperti hari biasa. Namun, di balik itu, sebuah revolusi kecil sedang terjadi. Rekan-rekan mereka kini telah membekali diri dengan visi dan perangkat untuk memimpin pasar. Mereka tidak lagi berbicara tentang “apa itu AI,” tetapi “bagaimana AI akan menggandakan keuntungan bisnis saya bulan depan.”
“Antusiasme dari alumni SMA 09 luar biasa. Mereka melihat ini bukan sebagai beban, tetapi sebagai investasi masa depan. Kami yakin, dalam 1-2 tahun ke depan, mereka akan menjadi contoh sukses bagaimana UMKM lokal bisa go-global berkat AI,” kata Ismita Saputri, Direktur Eksekutif Kaizen Collaborative Impact, penuh apresiasi.
Awal dari Persaingan yang Baru
Kehadiran para alumni SMA 09 dalam pelatihan ini menandai awal dari babak baru persaingan di dunia UMKM Makassar. Mereka yang hadir kini memiliki “starting block” yang jauh lebih maju. Sementara yang lain mungkin masih berjalan, mereka sudah belajar cara berlari dengan kecepatan tinggi.
Pertanyaannya sekarang, apakah alumni yang lain akan menyadari ketertinggalan mereka saat rekan-rekan mereka mulai menceritakan kesuksesan bisnisnya yang didukung oleh AI? Atau mereka akan menunggu hingga persaingan semakin tidak imbang?
Satu hal yang pasti, kesempatan untuk menjadi bagian dari gelombang perdana transformasi digital yang didukung oleh raksasa teknologi global seperti Google.org melalui AIM ASEAN adalah sebuah momen langka. Dan bagi para alumni SMA 09 Makassar yang hadir hari ini, momen itu telah mereka rebut dengan sempurna.












