Inovasi ‘Metal Stack’ Startup Lokal, ThermaStack, Jawaban Masalah Overheat AI?

NVIDIA Vera Rubin GPU: 600kW Racks Transform AI Centers — Introl

(Makassar) – Kiprah Artificial Intelligence (AI) semakin tak terbendung. Dari mengemudikan mobil hingga menciptakan karya seni, AI telah menjadi otak di balik berbagai terobosan modern. Namun, di balik kecanggihannya tersimpan masalah klasik yang kian mengkhawatirkan: panas berlebih (overheat). Kini, sebuah startup teknologi asal Indonesia, ThermaStack Solutions, mengklaim memiliki jawaban revolusioner melalui inovasi mereka yang disebut “metal stacks”.

Bagi para mahasiswa dan penggiat teknologi, masalah ini bukanlah hal asing. Laptop yang fan-nya berteriak keras saat menjalankan tugas berat hingga server di pusat data yang membutuhkan pendinginan ekstrim adalah bukti nyata dari masalah ini. Di skala industri AI, masalah ini menjadi jauh lebih kompleks dan mahal.

Latar Belakang: Mengapa AI Begitu ‘Panas’?

Sebelum membahas solusi, kita perlu memahami akar masalahnya. Model AI, terutama yang berbasis deep learning, membutuhkan daya komputasi yang luar biasa. Pemrosesan ini dilakukan oleh ribuan, bahkan jutaan, prosesor khusus seperti GPU (Graphics Processing Unit) dan TPU (Tensor Processing Unit) yang bekerja tanpa henti.

“Bayangkan seperti ribuan otak manusia yang dipaksa untuk berpikir keras 24/7 dalam satu ruangan,” jelas Ahmad Rizki, seorang praktisi pusat data. “Hasilnya, bukan hanya pemrosesan data yang dihasilkan, tetapi juga panas dalam jumlah yang sangat besar.”

Panas ini, jika tidak dikelola, menyebabkan thermal throttling—penurunan performa prosesor untuk mencegah kerusakan. Akibatnya, pelatihan model AI menjadi lebih lambat, biaya operasional membengkak untuk pendinginan, dan jejak karbon dari pusat data pun meningkat.

Perkenalkan ThermaStack: Solusi dari Tumpukan Logam

Inilah titik di mana ThermaStack Solutions masuk ke dalam permainan. Startup yang didirikan oleh sekelompok alumni teknik fisika dan informatika ini mengembangkan teknologi pendingin yang tidak hanya efisien tetapi juga elegan secara desain.

Mereka menciptakan apa yang mereka sebut sebagai “ThermaStack Metal”. Ini bukanlah heatsink (pendingin) biasa. ThermaStack Metal adalah struktur tiga dimensi yang terdiri dari tumpukan logam-lapisan tipis dengan desain fin (sirip) yang sangat rapat dan presisi. Material yang digunakan adalah paduan logam khusus yang memiliki konduktivitas termal jauh lebih tinggi daripada aluminium atau tembaga konvensional.

“Keajaiban ada dalam desainnya,” ujar Citra Dewi, CTO ThermaStack Solutions. “Dengan meningkatkan luas permukaan secara eksponensial dalam volume yang kecil, kami bisa memindahkan panas dari prosesor ke udara jauh lebih cepat. Teknologi kami bisa menurunkan suhu komponen hingga 30% dibandingkan pendingin standar saat ini.”

Yang lebih menarik, desain “metal stack” ini juga kompatibel dengan sistem pendingin cair (liquid cooling), membuka potensi efisiensi yang lebih besar lagi untuk pusat data skala besar.

Dampak Besar bagi Industri Teknologi

Jika klaim ThermaStack terbukti dan dapat diproduksi secara massal, dampaknya akan sangat signifikan, terutama bagi audiens teknologi:

  • Untuk Pengembang AI: Tidak ada lagi hambatan performa karena panas. Model AI yang lebih besar dan lebih kompleks dapat dilatih lebih cepat, mempercepat siklus inovasi.
  • Untuk Pusat Data: Biaya operasional pendinginan yang sangat tinggi bisa ditekan secara drastis. Artinya, layanan cloud dan AI bisa menjadi lebih terjangkau. Selain itu, dengan pendinginan yang lebih efisien, lebih banyak server bisa dimuat dalam ruangan yang sama (higher density).
  • Untuk Lingkungan: Konsumsi energi untuk pendinginan adalah salah satu kontributor terbesar emisi karbon dari industri digital. Solusi ThermaStack secara langsung mengurangi kebutuhan energi ini, mendukung komputasi yang lebih hijau.
  • Untuk Mahasiswa & Peneliti: Akses terhadap sumber daya komputasi AI yang kuat bisa menjadi lebih mudah dan murah, memungkinkan lebih banyak riset dan eksperimen inovatif di tingkat akademis.

Tantangan dan Masa Depan

Tentu saja, jalan ThermaStack tidak akan mudah. Mereka harus bersaing dengan raksasa teknologi yang juga mengembangkan solusi pendingin, seperti pendingin cair imersi (immersion cooling). Tantangan terbesar adalah dalam skalabilitas produksi dan biaya.

Saat ini, ThermaStack Solutions dikabarkan sedang dalam tahap uji coba pilot dengan salah satu penyedia cloud terkemuka di Asia Tenggara. Jika berhasil, ini bisa menjadi angin segar bagi ekosistem startup teknologi Indonesia dan membuktikan bahwa inovasi lokal mampu bersaing di kancah global.

Inovasi seperti ThermaStack Metal mengingatkan kita bahwa di balik kemajuan AI yang canggih, solusi untuk masalah fundamental seringkali datang dari pemahaman mendalam akan sains dan rekayasa yang baik. Ini adalah pelajaran berharga bagi siapa saja yang bercita-cita menjadi bagian dari revolusi teknologi mendatang.

Bagaimana menurut Anda? Apakah teknologi seperti ini akan menjadi kunci dalam mengatasi tantangan AI di masa depan? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar!

Penulis: Tim Redaksi Behzad.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *