banner
banner
Daerah  

Kades di Bogor Angkat Bicara Usai Video Istri Pamer Duit Viral di Media Sosial

Ilustrasi kaya(SHUTTERSTOCK)

Bogor, Behzad.id – Dunia maya kembali dihebohkan dengan beredarnya video seorang perempuan yang diduga istri Kepala Desa (Kades) Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, sedang memamerkan tumpukan uang tunai. Video berdurasi singkat itu viral di berbagai platform media sosial, menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan warganet.

Dalam video yang beredar, tampak perempuan tersebut menunjukkan lembaran uang yang disusun rapi di atas meja sambil berbicara santai. Banyak pengguna internet kemudian mengaitkan video itu dengan isu tambang dan sumber dana di wilayah desa tersebut.

Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Desa Rengasjajar, Rusli, akhirnya buka suara. Ia menegaskan bahwa video itu sebenarnya direkam pada Juli 2025, jauh sebelum isu tambang mencuat ke publik.

“Video itu sudah lama. Uang yang ditampilkan adalah hasil usaha pribadi keluarga, bukan dari dana desa atau hal-hal yang berhubungan dengan jabatan saya,” ujar Rusli dalam keterangan tertulis kepada media.

Rusli juga menyampaikan bahwa penyebaran ulang video tersebut dengan narasi menyesatkan telah merugikan nama baik dirinya serta keluarganya. Ia meminta masyarakat agar tidak mudah termakan isu tanpa konfirmasi yang jelas.

Inspektorat Bogor Turun Tangan

Terkait dengan viralnya video itu, Inspektorat Kabupaten Bogor dikabarkan telah memanggil pihak-pihak terkait untuk melakukan klarifikasi. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada pelanggaran etika maupun penyalahgunaan wewenang dalam jabatan Kepala Desa.

“Kami sedang menelusuri konteks dari video tersebut serta memastikan tidak ada keterkaitan dengan dana publik,” ujar salah satu pejabat Inspektorat Kabupaten Bogor yang enggan disebut namanya.

Warga sekitar pun ikut memberikan tanggapan beragam. Sebagian menilai kasus ini tidak perlu dibesar-besarkan jika memang uang tersebut hasil jerih payah pribadi. Namun, ada juga warga yang berharap agar pejabat publik dan keluarganya lebih berhati-hati dalam bersikap di ruang digital.

“Sekarang apa-apa bisa viral. Jadi sebagai istri pejabat, sebaiknya lebih bijak, karena publik bisa salah paham,” kata Siti, salah satu warga setempat.

Pelajaran Penting untuk Masyarakat Digital

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, terutama di era digital seperti sekarang, bahwa setiap tindakan di media sosial memiliki konsekuensi. Tidak semua hal pantas dibagikan ke ruang publik, terlebih bagi keluarga yang memiliki posisi publik.

“Sebaiknya semua orang, termasuk pejabat, memahami etika bermedia sosial agar tidak menimbulkan salah tafsir,” ujar seorang pemerhati media sosial dari Universitas Pakuan.

Rusli berharap masalah ini segera selesai dan tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat. “Saya tetap fokus menjalankan tugas sebagai kepala desa. Semoga ini jadi pelajaran bagi kita semua,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *