Perang AS-Iran Memanas, Selat Hormuz Terancam Ditutup, Harga Minyak Bisa Tembus 100 Dolar! BBM RI Terancam Naik?

Pasar minyak dunia kembali tegang. Serangan Amerika Serikat ke Iran akhir pekan lalu memicu kekhawatiran besar: jalur vital energi dunia, Selat Hormuz, terancam ditutup.

Jika itu terjadi, dampaknya bukan hanya bagi negara-negara Teluk, tapi juga bisa langsung terasa di Indonesia lewat kenaikan harga BBM.

Selat Hormuz Jadi Titik Panas Dunia

Selat Hormuz berada di antara Iran dan Oman. Jalur ini menjadi “urat nadi” pengiriman minyak global. Data Kpler mencatat sekitar 13 juta barel minyak per hari atau 31 persen perdagangan minyak dunia lewat laut melintasi selat ini pada 2025.

Negara produsen besar seperti Arab Saudi, Iran, Irak, dan Uni Emirat Arab mengirimkan minyaknya melalui jalur ini.

Kepala Riset Energi MST Marquee, Saul Kavonic, mengatakan risiko yang dihadapi pasar sangat besar. Mulai dari gangguan ekspor Iran hingga skenario paling ekstrem: penutupan total Selat Hormuz.

“Jika Iran merasa menghadapi ancaman serius, upaya memblokir Selat Hormuz tidak bisa dikesampingkan,” ujarnya seperti dikutip CNBC, Rabu (4/3/2026).

Harga Minyak Bisa Tembus Tiga Digit

Saat ini, harga minyak Brent sudah ditutup di level 72,48 dolar AS per barel, naik sekitar 19 persen sejak awal tahun. Sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di 62,02 dolar AS per barel.

Namun jika konflik membesar dan Selat Hormuz benar-benar ditutup, harga minyak bisa melonjak di atas 100 dolar AS per barel. Bahkan, harga LNG berpotensi menyentuh rekor tertinggi seperti 2022.

Presiden Lipow Oil Associates, Andy Lipow, memperkirakan ada kemungkinan 33 persen terjadinya skenario terburuk, yakni serangan terhadap infrastruktur minyak Arab Saudi yang diikuti penutupan total Selat Hormuz.

CEO Vanda Insights, Vandana Hari, menilai pasar akan langsung bereaksi ketika perdagangan dibuka di New York. Lonjakan harga diperkirakan terjadi sebagai respons spontan atas ketegangan geopolitik yang meningkat.

Dampaknya ke Indonesia: BBM Bisa Ikut Naik?

Pakar ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menegaskan setiap gangguan di Selat Hormuz hampir pasti mendorong kenaikan harga minyak dunia.

“Begitu Selat Hormuz ditutup, harga bisa mencapai 82 sampai 85 dolar AS per barel. Kalau berkepanjangan, bisa di atas 100 dolar,” ujarnya.

Menurut Fahmy, situasi ini berat karena terjadi menjelang Ramadan dan Lebaran, saat mobilitas masyarakat meningkat dan konsumsi BBM melonjak.

Ia juga meragukan cadangan BBM nasional mampu bertahan hingga 20 hari jika terjadi lonjakan permintaan besar.

Jika cadangan menipis dan harga minyak dunia sudah di atas 100 dolar, pemerintah menghadapi dilema berat: menaikkan harga BBM subsidi atau mempertahankannya dengan beban subsidi yang membengkak.

“Kalau salah momentum, dampaknya bisa fatal,” tegasnya, mengingatkan agar kebijakan sensitif seperti kenaikan BBM tidak dilakukan saat Lebaran.

Pemerintah: APBN Masih Aman

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan keuangan negara masih mampu mengendalikan dampak kenaikan harga minyak hingga 92 dolar AS per barel.

Menurutnya, pemerintah akan memaksimalkan penerimaan pajak dan cukai untuk menahan tekanan terhadap defisit anggaran.

“Selama permintaan domestik terjaga, kita masih bisa survive,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Ancaman Nyata Bagi Rakyat

Konflik Iran vs Israel dan Amerika Serikat kini memasuki fase yang belum pernah terjadi sebelumnya. Selat Hormuz sempat dilaporkan tertutup dan kapal-kapal niaga menahan operasi demi keselamatan.

Harga minyak Brent di pasar Asia bahkan sudah menyentuh kisaran 80–81,5 dolar AS per barel pada awal pekan ini.

Jika eskalasi terus berlanjut, bukan tidak mungkin masyarakat Indonesia harus bersiap menghadapi kenaikan harga BBM, lonjakan harga barang, dan tekanan pada daya beli.

Semua mata dunia kini tertuju pada Selat Hormuz. Jalur sempit itu bisa menjadi penentu apakah harga energi tetap stabil atau justru meledak dan memicu gelombang krisis baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *