Red Hat & NetApp Perkuat Kemitraan untuk Hybrid Cloud

Jakarta, 22 Oktober 2025 — Dua raksasa teknologi global, Red Hat dan NetApp, resmi mengumumkan perluasan kerja sama strategis mereka untuk mempercepat transformasi digital melalui solusi hybrid cloud yang lebih fleksibel, efisien, dan aman.

Kolaborasi ini bertujuan untuk membantu perusahaan di seluruh dunia, termasuk di kawasan Asia-Pasifik, mengoptimalkan infrastruktur TI mereka dengan menggabungkan kekuatan Red Hat OpenShift dan NetApp ONTAP — dua platform unggulan yang telah diakui dalam manajemen container dan penyimpanan data berbasis cloud.


Solusi Cloud Terpadu untuk Bisnis Modern

Dalam siaran pers resminya, Red Hat menjelaskan bahwa kemitraan ini akan menyediakan solusi penyimpanan data dan orkestrasi container yang terintegrasi penuh, memungkinkan perusahaan untuk menjalankan aplikasi di berbagai lingkungan — baik di pusat data lokal, cloud publik, maupun edge computing.

“Kami ingin memastikan pelanggan memiliki kebebasan untuk memilih di mana mereka ingin menjalankan beban kerja mereka — tanpa kompromi pada kinerja atau keamanan,” ujar Stefanie Chiras, Senior Vice President, Partner Ecosystem Success Red Hat.

Sementara itu, NetApp menambahkan bahwa integrasi lebih dalam dengan OpenShift akan membantu pelanggan meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi kompleksitas manajemen data, dua tantangan terbesar dalam implementasi multi-cloud saat ini.


Dukungan untuk AI dan Data-Driven Business

Salah satu fokus utama kolaborasi ini adalah dukungan terhadap aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan analitik data skala besar. Dengan kombinasi OpenShift dan ONTAP, pelanggan dapat memanfaatkan data dari berbagai sumber untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis secara real-time.

“Perusahaan kini membutuhkan arsitektur data yang lebih cerdas. Kolaborasi dengan Red Hat memungkinkan kami menghadirkan performa data setara cloud publik di mana pun pelanggan beroperasi,” jelas George Kurian, CEO NetApp.

Integrasi ini juga mendukung strategi “data fabric” — konsep jaringan data terdistribusi yang memungkinkan interoperabilitas lintas platform dan lokasi penyimpanan, tanpa mengorbankan kecepatan akses atau keamanan.


Peluang di Pasar Asia dan Indonesia

Pasar hybrid cloud di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, terus tumbuh pesat seiring dengan meningkatnya adopsi transformasi digital oleh perusahaan besar maupun startup. Menurut laporan IDC, investasi cloud di Asia Pasifik diproyeksikan mencapai USD 150 miliar pada 2026, dengan porsi signifikan berasal dari hybrid cloud dan edge computing.

Melalui kemitraan ini, Red Hat dan NetApp menegaskan komitmen mereka untuk memperluas dukungan teknis, pelatihan, dan ekosistem mitra di Indonesia. Tujuannya: membantu perusahaan lokal mempercepat modernisasi TI tanpa meninggalkan infrastruktur yang sudah ada.


Kesimpulan

Kemitraan Red Hat dan NetApp menjadi langkah penting dalam ekosistem hybrid cloud global. Integrasi dua teknologi terdepan ini tidak hanya memperkuat kapabilitas penyimpanan dan orkestrasi container, tetapi juga membuka peluang baru bagi perusahaan dalam mengelola data, AI, dan keamanan lintas lingkungan cloud.

Dengan kolaborasi ini, masa depan transformasi digital berbasis hybrid cloud kini semakin nyata — cepat, adaptif, dan siap menghadapi era AI.

#HybridCloud #RedHat #NetApp #CloudComputing #AI #DigitalTransformation #BehzadTech

Ilustrasi : Behzad AI Visual Division
Editor: Tim Redaksi Behzad.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *