Palopo – Behzad.id – Spekulasi politik di Amerika Serikat tengah ramai membicarakan sosok Marjorie Taylor Greene. Anggota DPR dari Partai Republik ini tiba-tiba menjadi sorotan setelah ia membantah keras isu yang menyebutnya akan maju dalam pemilihan Presiden 2028. Pernyataan ini keluar hanya berselang beberapa hari setelah ia membuat keputusan mengejutkan: mundur dari Kongres.
Kabar tentang keinginannya maju sebagai presiden pertama kali mencuat setelah media ternama, Time, melaporkan bahwa Greene telah mempertimbangkan untuk ikut serta dalam pemilu 2028. Laporan ini diperkuat oleh pemberitaan dari media lain, NOTUS, yang menyatakan Greene telah menyampaikan niatnya kepada beberapa orang.
Namun, dengan tegas Greene membantah semua kabar tersebut melalui unggahan di akun media sosial X, Minggu (10/11/2024).
“Saya tidak akan mencalonkan diri sebagai Presiden dan tidak pernah mengatakan saya mau. Saya hanya tertawa ketika ada saja yang menyebutnya,” tulis Greene.
“Sistem yang Rusak” Jadi Alasan Utama
Lebih lanjut, Greene menjelaskan mengapa ia sama sekali tidak tertarik dengan posisi tertinggi di AS tersebut. Menurutnya, proses untuk menjadi presiden sangat melelahkan dan pada akhirnya sia-sia karena ia yakin sistem di Washington sudah terlalu rusak untuk diperbaiki.
“Mencalonkan diri sebagai Presiden membutuhkan perjalanan ke seluruh negeri, meminta-minta donasi sepanjang hari untuk mengumpulkan ratusan juta dolar, berdebat soal politik setiap hari hingga kelelahan, menghancurkan kesehatan, dan tidak memiliki kehidupan pribadi. Semua itu hanya untuk bekerja dalam sebuah sistem yang menolak untuk memperbaiki masalah apa pun di Amerika,” jelasnya.
Ia menambahkan, “Faktanya saya harus melalui semua itu, tapi akan benar-benar diblokir untuk memperbaiki apapun, itulah tepatnya mengapa saya tidak akan pernah melakukannya.”
Greene menegaskan bahwa dirinya tidak termotivasi oleh kekuasaan dan gelar. Ia menyalahkan apa yang disebutnya sebagai “Kompleks Industri Politik” yang telah menghancurkan negerinya.
Mundur dari Kongres dan Retaknya Hubungan dengan Trump
Pernyataan ini muncul setelah Greene, yang dikenal sebagai salah satu sekutu paling setia Presiden Donald Trump, mengumumkan rencana mundur dari Kongres pada Januari mendatang.
Keputusan ini sangat mengejutkan publik, apalagi terjadi hanya seminggu setelah Trump mencabut dukungannya kepadanya. Greene mengaku kecewa dengan arah Partai Republik, terutama dalam menangani isu-isu penting seperti layanan kesehatan, biaya hidup, dan ancaman government shutdown (penutupan pemerintahan).
Meski berselisih dengan partainya, Greene tetap vokal mendukung pengungkapan dokumen kasus Jeffrey Epstein, sebuah isu yang juga menarik perhatian publik.
Bagi banyak pihak, perpecahan antara Greene dan Trump, diikuti dengan pengunduran dirinya, adalah sebuah perubahan drastis. Greene sejak pertama kali masuk Kongres pada 2021 dikenal sebagai sosok yang kontroversial namun sangat berpengaruh di kalangan pendukung Trump. Kini, langkahnya justru memicu lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.
Apakah langkah Marjorie Taylor Greene ini mengejutkan Anda? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar













