Raksasa kripto dunia, Binance, dikabarkan tengah melirik Yunani sebagai pusat operasionalnya di kawasan Eropa. Langkah ini muncul di tengah ketatnya aturan Uni Eropa terhadap industri aset digital.
Co-CEO Binance, Richard Teng, menyebut Yunani memiliki sejumlah keunggulan dibanding pusat keuangan besar lain di Eropa. Meski negara tersebut belum mengantongi lisensi MiCA (Markets in Crypto-Assets), Binance tetap melihat potensi besar di sana.
Menurut Teng, Yunani menawarkan tenaga kerja yang kompeten serta kondisi sosial dan keamanan yang dinilai lebih stabil. Faktor ini dianggap penting dalam menentukan lokasi basis ekspansi Binance di Eropa.
“Bukan hanya soal regulasi, tapi juga soal lingkungan sosial dan keamanan,” tegas Teng dalam pernyataannya.
Ajukan Lisensi MiCA di Yunani
Binance diketahui telah mengajukan permohonan lisensi MiCA di Yunani. Namun, negara tersebut masih tertinggal dari Jerman dan Belanda yang lebih dulu bergerak dalam pemberian izin regulasi kripto.
Lisensi MiCA menjadi kunci penting bagi perusahaan kripto untuk beroperasi secara resmi di Uni Eropa. Tanpa izin ini, ruang gerak perusahaan akan semakin terbatas di tengah pengawasan ketat otoritas keuangan.
Bayang-Bayang Kontroversi
Di sisi lain, Binance juga tengah menghadapi sorotan tajam terkait dugaan transaksi ilegal yang melibatkan entitas dari Iran dan Rusia. Selain itu, perusahaan ini juga memiliki riwayat persoalan hukum di beberapa negara.
Namun, Teng menegaskan bahwa Binance berkomitmen penuh terhadap kepatuhan hukum dan regulasi. Ia menyebut perusahaan telah mengambil langkah tegas, termasuk memberhentikan penyelidik internal yang melanggar kebijakan data perusahaan.
“Kami serius dalam membangun sistem yang patuh aturan dan transparan,” ujar Teng.
Strategi Bertahan di Tengah Tekanan Regulasi
Langkah Binance melirik Yunani dinilai sebagai strategi bertahan sekaligus memperkuat pijakan di Eropa. Di tengah tekanan regulasi dan pengawasan global, perusahaan kripto kini dituntut lebih transparan dan patuh hukum.
Keputusan akhir Binance terkait basis Eropa masih menunggu proses regulasi di Yunani. Namun sinyal kuat sudah terlihat: perusahaan ini ingin tetap bermain besar di pasar Eropa, dengan fondasi hukum yang lebih jelas.












