Situbondo, 30 Oktober 2025 — Kecelakaan serius terjadi pada sebuah pondok pesantren di Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, ketika atap asrama putri mendadak roboh sekitar pukul 01.00 WIB Rabu (29/10). Insiden ini menewaskan satu siswa dan melukai 18 lainnya, menurut pernyataan resmi dari pihak kepolisian setempat.
Kepala Kepolisian Sektor Besuki, AKP Rezi Dharmawan, menyatakan bahwa penyebab robohnya atap diduga akibat intensitas hujan tinggi dan angin kencang yang terjadi sebelumnya serta kurangnya sistem drainase dan penanganan konstruksi bangunan yang memadai.
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan ahli struktur bangunan untuk memutuskan penyebab pastinya,” ujar Rezi.
Dampak bagi Keluarga dan Lingkungan Sekitar
Bagi para ibu rumah tangga dan orang tua yang mendengar kabar ini, penting untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi bangunan sekolah anak-anak. Meskipun kejadian terjadi di luar wilayah Anda, insiden ini mengingatkan bahwa keamanan lingkungan belajar dan tempat tinggal siswa tidak bisa diabaikan.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan keluarga antara lain:
-
Pastikan kondisi fasilitas di sekolah atau asrama yang anak kunjungi dalam kondisi baik, terutama setelah hujan lebat atau angin kencang.
-
Mintalah pihak sekolah atau yayasan untuk rutin melakukan pengecekan struktur bangunan dan sistem pembuangan air.
-
Ajarkan anak cara merespon situasi darurat — misalnya segera evakuasi saat terdengar suara atap atau bangunan bergeser.
Langkah Tindak Lanjut dari Pihak Berwenang
Pihak kepolisian bersama Kementerian Agama setempat dan pihak pesantren telah membentuk tim investigasi dan mendirikan posko kesehatan darurat untuk merawat korban. Keluarga korban juga telah menerima pendampingan dari dinas sosial dan pendidikan kabupaten.
Sekolah-sekolah di Situbondo dianjurkan untuk melakukan pengecekan struktur bangunan dan prosedur keselamatan anak setelah kejadian.













