Daerah  

GATI Diluncurkan di Makassar, Sekda Andi Zulkifly: Ayah adalah Kunci Keluarga Tangguh Menuju Indonesia Emas

Sekda Makassar Buka Sosialisasi GATI: Penguatan Peran Ayah untuk Keluarga Tangguh

MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) mengambil langkah strategis dalam memperkuat fondasi masyarakat. Senin (10/11), Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly, secara resmi meluncurkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) di Hotel Aston Makassar.

Gerakan ini menjadi bagian vital dari program inovatif PIKWIN (Program Inovasi Keluarga Indonesia) yang digadang-gadang menjadi solusi jitu menghadapi tantangan modern, mulai dari menurunkan angka stunting hingga memanfaatkan bonus demografi.

Ayah, Figur yang Sering Terlupakan dalam Pembentukan Karakter

Di hadapan para camat dan perwakilan organisasi masyarakat, Andi Zulkifly menyoroti sebuah fenomena yang sering luput dari perhatian: peran ayah yang semakin pudar dalam rumah tangga. Menurutnya, kepemimpinan dan keteladanan seorang ayah adalah pilar utama dalam membentuk karakter anak dan ketahanan keluarga.

“Peran ayah dalam keluarga sering kali terlupakan. Padahal, kepemimpinan dalam keluarga itu berada pada ayah. Banyak anak kehilangan figur ayah, meski secara fisik masih ada, karena tidak adanya komunikasi dan kedekatan emosional. GATI hadir untuk mengembalikan peran ayah sebagai teladan dan pembentuk karakter anak,” tegas mantan Kepala Bappeda Makassar ini.

Ia menambahkan, kondisi ini menjadi perhatian serius karena sekitar 75 persen anak di Indonesia kehilangan figur ayah yang menjadi teladan. GATI hadir sebagai jawaban untuk mengembalikan peran sentral tersebut.

GATI: Strategi Jitu Manfaatkan Bonus Demografi

Lebih dari sekadar gerakan sosial, GATI dirancang sebagai langkah antisipatif menyambut “bonus demografi” yang akan melanda Indonesia. Andi Zulkifly menjelaskan, momentum di mana jumlah penduduk usia produktif jauh lebih besar ini adalah kesempatan emas yang tidak boleh disia-siakan.

“Bonus demografi ini hanya terjadi sekali dalam sejarah sebuah bangsa. Jika kita tidak memanfaatkannya dengan menyiapkan SDM yang unggul, maka bonus ini bisa berubah menjadi beban. Karena itu, pembentukan karakter dan ketahanan keluarga menjadi fondasi penting,” ujarnya.

Dengan keluarga yang tangguh, Andi Zulkifly yakin Makassar dapat berkontribusi maksimal dalam mencapai target pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Sinergi Lintas Sektor, Kunci Keberhasilan GATI di Makassar

Sementara itu, Kepala Dinas PPKB Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan, dalam laporannya menjelaskan bahwa GATI adalah bagian dari lima program unggulan PIKWIN. Program lainnya mencakup Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), I-KEX (Aplikasi Keluarga Indonesia), dan Lansia Berdaya.

“GATI lahir dari keprihatinan kita bersama. Kami ingin mengembalikan peran ayah sebagai sosok inspiratif dan pengarah utama dalam pembentukan karakter anak,” jelas Andi Irwan.

Keberhasilan program ini, kata dia, tidak bisa berjalan sendiri. Pemkot Makassar mendorong sinergi kuat antara Dinas PPKB, Dharma Wanita, PKK, pihak swasta melalui program CSR, hingga unsur TNI/Polri.

“Ketahanan negara itu dimulai dari ketahanan keluarga. Kolaborasi semua pihak adalah kuncinya agar keluarga di Makassar semakin tangguh, harmonis, dan berdaya,” tutup Andi Zulkifly.

Dengan peluncuran GATI, Pemkot Makassar berharap dapat menciptakan ekosistem keluarga yang harmonis dan berketahanan, sebagai fondasi kuat menuju Makassar yang lebih mulia dan inklusif, serta siap menyongsong masa depan gemilang bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *