MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi membuka rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) bagi Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Kegiatan yang digelar Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar ini menjadi langkah fundamental dalam membangun lembaga ekonomi berbasis komunitas yang kuat dan sehat.
Acara yang berlangsung di Hotel Claro, Selasa (18/11/2025), ini diikuti oleh 153 sekretaris kelurahan dari seluruh penjuru Kota Makassar dan akan berlangsung selama dua hari hingga Rabu (19/11/2025).
Bimtek AD/ART: Fondasi untuk 153 Koperasi Kelurahan
Dalam arahannya, Munafri menyoroti bahwa kegiatan ini sejalan dengan program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto, yang mengusung misi menghadirkan koperasi di setiap wilayah Indonesia. Bagi Munafri, Bimtek ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah pematangan konsep kelembagaan yang krusial.
“Ini bukan kegiatan seremonial. AD/ART yang kita susun hari ini akan menjadi dasar pengelolaan koperasi di 153 kelurahan. Kita ingin memastikan koperasi ini tumbuh, sehat, dan mampu berkontribusi nyata pada pertumbuhan ekonomi Kota Makassar,” tegasnya di hadapan para peserta.
Ia meminta seluruh sekretaris yang hadir untuk benar-benar serius memahami setiap materi, karena dokumen yang akan mereka hasilkan akan menjadi acuan langsung dalam tata kelola operasional KKMP di masing-masing wilayah.
Integritas, Kunci Utama Hindari Masalah Koperasi
Salah satu poin yang paling ditekankan oleh Munafri adalah soal integritas. Ia mengingatkan bahwa banyak koperasi di berbagai daerah gagal atau bermasalah bukan karena kurangnya modal, melainkan karena lemahnya integritas dan tata kelola pengurus.
“Mengelola koperasi bukan hal main-main. Ini institusi resmi yang mengelola keuangan dan memiliki anggota. Pastikan tata kelola berjalan baik dan integritas dijaga sejak awal, terutama oleh para sekretaris yang memegang peran vital dalam administrasi,” ujar Munafri.
Ia berharap, dengan bekal AD/ART yang kuat dan komitmen integritas dari para pengurus, KKMP dapat menjadi contoh model koperasi yang modern dan transparan.
Sinergi Pemerintah Daerah dan Koperasi
Untuk memperkuat eksistensi koperasi di tingkat kelurahan, Munafri mendorong adanya sinergi antara pemerintah kecamatan dan kelurahan dengan pengurus KKMP. Salah satu langkah konkrit yang ia usulkan adalah pemanfaatan aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) yang belum terpakai untuk dijadikan kantor operasional koperasi.
“Langkah ini penting untuk memperkuat identitas dan memudahkan operasional KKMP di tiap-tiap wilayah. Mari kita cari bersama aset-aset Pemkot yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan bersama,” imbuhnya.
Targetkan Koperasi sebagai Penggerak Ekonomi 1,4 Juta Jiwa
Dengan jumlah penduduk Kota Makassar yang mencapai 1,4 juta jiwa, Munafri sangat optimistis bahwa KKMP dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Ia meyakini koperasi mampu menjadi jangkar untuk menguatkan sektor UMKM dan berbagai kegiatan ekonomi kerakyatan lainnya.
Di akhir sesi, ia mengapresiasi Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar atas inisiatif penyelenggaraan Bimtek ini. Ia berharap, kegiatan tersebut dapat menghasilkan standar AD/ART yang tidak hanya kuat dan jelas, tetapi juga praktis dan implementatif bagi seluruh KKMP.
“Pemerintah Kota Makassar sangat mendukung penuh. Kita ingin Makassar menjadi kota yang tumbuh bersama masyarakatnya melalui koperasi,” tutup Munafri Arifuddin.(*)












