Lumajang, Jawa Timur — Selasa, 28 Oktober 2025
Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat drastis. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat mengalami 124 kali erupsi dalam 24 jam terakhir, sejak Senin (27/10) hingga Selasa (28/10/2025) pagi.
Dalam laporan resmi pos pantau Semeru di Gunung Sawur, erupsi disertai hembusan abu vulkanik setinggi 400–800 meter dari puncak kawah Jonggring Seloko, dengan arah angin dominan ke barat daya dan barat laut.
“Aktivitas vulkanik meningkat signifikan sejak Senin malam. Kami imbau masyarakat agar tidak beraktivitas dalam radius 8 kilometer dari kawah aktif, khususnya di sektor tenggara yang rawan aliran lahar dan awan panas guguran,” ujar Kepala PVMBG, Hendra Gunawan, kepada media, Selasa (28/10).
Status Tetap Siaga, Potensi Awan Panas Masih Tinggi
PVMBG masih mempertahankan status Level III (Siaga) untuk Gunung Semeru.
Petugas juga melaporkan adanya getaran tremor menerus dengan amplitudo 3–20 mm, menandakan tekanan magma di dalam perut gunung terus meningkat.
“Semeru saat ini berada pada fase aktif normalnya, tetapi jumlah letusan kali ini termasuk tinggi. Potensi guguran material pijar dan aliran lahar panas tetap perlu diwaspadai,” tambah Hendra.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang telah menyiagakan tim evakuasi dan pos pengungsian sementara di beberapa titik aman, termasuk di Desa Supiturang, Curah Kobokan, dan Sumberwuluh.
Warga Diminta Tetap Tenang dan Siaga
Kepala BPBD Lumajang, Bayu Prasetyo, mengimbau masyarakat agar tidak panik namun tetap waspada, terutama saat turun hujan karena berpotensi memicu banjir lahar dingin di aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru.
“Kami terus berkoordinasi dengan aparat desa dan relawan. Jalur-jalur sungai seperti Besuk Kobokan dan Besuk Bang mulai kami awasi ketat,” ujarnya.
Warga yang tinggal di radius bahaya telah mulai mengungsi secara mandiri ke lokasi aman. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan logistik, masker, dan peralatan evakuasi di pos darurat.
Kondisi Lapangan dan Dampak Abu Vulkanik
Hingga berita ini diturunkan, hujan abu tipis dilaporkan menyelimuti sejumlah wilayah di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro.
Beberapa aktivitas warga sempat terganggu, terutama petani dan pengendara di jalan raya Lumajang–Malang.
BPBD dan TNI-Polri juga telah menurunkan personel untuk membagikan masker dan mensterilkan jalur yang terdampak abu vulkanik.
Imbauan Resmi PVMBG:
- Tidak beraktivitas dalam radius 8 km dari puncak kawah Jonggring Seloko.
- Mewaspadai potensi awan panas guguran, lahar hujan, dan aliran lava.
- Menggunakan masker dan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar ruangan.
- Mengikuti perkembangan informasi resmi dari PVMBG dan BPBD setempat.
Sumber :
- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Laporan Aktivitas Gunung Api, 28 Oktober 2025
- Badan Geologi Kementerian ESDM, www.vsi.esdm.go.id
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rilis Harian Gunung Semeru
- BPBD Kabupaten Lumajang, Laporan Lapangan 28 Oktober 2025
Ilustrasi : Behzad AI Visual Division
Editor: Tim Redaksi Behzad.id












