Bos Kartel Narkoba El Mencho Tewas dalam Operasi Militer Meksiko, Negara Bergejolak

Kabar besar datang dari Meksiko. Nemesio “El Mencho” Oseguera Cervantes, pemimpin kartel narkoba paling diburu di dunia, dilaporkan tewas setelah operasi militer Meksiko pada Minggu waktu setempat.

El Mencho dikenal sebagai otak di balik kelompok kriminal Jalisco New Generation Cartel (CJNG), salah satu kartel paling kuat dan kejam di Meksiko menurut Drug Enforcement Administration (DEA).

Tewas Saat Dievakuasi

Operasi militer dilakukan di kota Tapalpa, negara bagian Jalisco. Dalam baku tembak antara aparat dan anggota kartel, empat anggota CJNG tewas di lokasi.

El Mencho dan dua orang lainnya mengalami luka berat. Namun, menurut Kementerian Pertahanan Meksiko, mereka meninggal saat diterbangkan ke Mexico City untuk mendapatkan perawatan.

Tiga personel militer Meksiko juga dilaporkan terluka dalam operasi tersebut.

Kerusuhan Pecah di Lima Negara Bagian

Kematian El Mencho memicu gelombang kekerasan. Kelompok kriminal diduga membakar bus dan sejumlah tempat usaha, serta memblokir jalan di berbagai wilayah.

Kerusuhan terjadi di Jalisco dan meluas ke Michoacán serta Guanajuato. Bahkan di Puerto Vallarta, kota wisata populer, terlihat asap tebal dari berbagai titik kebakaran.

Beberapa maskapai seperti American Airlines dan Air Canada sempat menghentikan penerbangan ke Puerto Vallarta. Namun otoritas penerbangan sipil Meksiko memastikan bandara Guadalajara, Puerto Vallarta, dan Tepic kembali beroperasi normal pada Minggu sore.

Gubernur Jalisco Pablo Lemus Navarro meminta warga tetap di rumah dan menghentikan sementara transportasi umum hingga situasi terkendali.

AS Akui Beri Dukungan Informasi

Kementerian Pertahanan Meksiko menyebut otoritas Amerika Serikat memberikan “informasi pelengkap” untuk mendukung operasi tersebut.

Seorang pejabat pertahanan AS mengonfirmasi bahwa satuan tugas gabungan AS turut berperan, namun menegaskan operasi ini sepenuhnya milik militer Meksiko.

Satuan itu diketahui bekerja sama dengan militer Meksiko melalui Komando Utara AS sejak Januari untuk memerangi kartel di perbatasan kedua negara.

Diburu Bertahun-Tahun

El Mencho merupakan mantan polisi yang naik menjadi pemimpin CJNG setelah kelompok itu pecah dari Milenio Cartel. Di bawah kepemimpinannya, CJNG memperluas kekuasaan di berbagai wilayah Meksiko.

Pada 2018, pemerintah Meksiko menawarkan hadiah 30 juta peso bagi siapa pun yang memberikan informasi untuk menangkapnya. Pemerintah AS bahkan memasang imbalan hingga 15 juta dolar AS.

Pada 2022, Departemen Kehakiman AS mendakwanya atas tuduhan memproduksi dan menyelundupkan fentanyl ke Amerika Serikat.

Tahun 2025, ia juga diklasifikasikan sebagai teroris global khusus oleh Departemen Luar Negeri AS.

Wakil Menteri Luar Negeri AS Christopher Landau menyebut kematian El Mencho sebagai “perkembangan besar bagi Meksiko, AS, Amerika Latin, dan dunia.”

Tekanan dari Donald Trump

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum memuji kerja aparat keamanan dan memastikan aktivitas di sebagian besar wilayah tetap berjalan normal.

Namun isu keamanan menjadi tekanan besar bagi pemerintahannya. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengancam akan meningkatkan tekanan, termasuk opsi intervensi militer dan tarif impor lebih tinggi jika Meksiko gagal menekan perdagangan narkoba.

Sheinbaum menolak keras wacana serangan militer AS, menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan negara.

Meski demikian, ia memilih memperkuat kerja sama keamanan dengan Amerika Serikat dalam memberantas kejahatan terorganisir.

Dampak Besar ke Depan

Kematian El Mencho menjadi kemenangan simbolis bagi pemerintah Meksiko. Namun sejumlah analis memperingatkan bahwa hilangnya seorang “raja kartel” bisa memicu perebutan kekuasaan baru di dalam organisasi, yang berpotensi menimbulkan gelombang kekerasan lanjutan.

Kini, dunia menanti apakah langkah ini benar-benar akan melemahkan jaringan narkoba internasional, atau justru membuka babak baru konflik di Meksiko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *