banner
banner

Ancaman PHK 7.000 Buruh, Dua Pabrik Komponen Otomotif di Jatim Dikabarkan Pindah ke Vietnam

BEHZAD.ID – Kabar kurang menggembirakan datang dari sektor industri otomotif nasional. Sebanyak 7.000 pekerja berpotensi kehilangan pekerjaan setelah dua perusahaan pemasok komponen otomotif asal Jepang di Jawa Timur dikabarkan berencana memindahkan sebagian aktivitas produksinya ke Vietnam.

Informasi tersebut diungkapkan oleh Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, yang menyebut dua perusahaan tersebut sebagai PT J dan PT S. Keduanya berada dalam satu grup perusahaan besar asal Jepang dan selama ini menjadi pemasok komponen bagi sejumlah merek otomotif ternama di Indonesia.

Menurut Said, informasi tersebut diperoleh dari hasil dialog antara serikat pekerja dan manajemen perusahaan. Dalam pertemuan itu muncul indikasi bahwa sebagian pekerjaan dan aktivitas produksi berpotensi dipindahkan ke Vietnam.

“Jepang dua-duanya, satu grup. Di sini beda perusahaannya, di Jepang satu grup,” kata Said, Senin (22/6/2026).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa rencana tersebut masih bersifat awal dan belum menjadi keputusan final. Keputusan akhir tetap berada di tangan prinsipal perusahaan di Jepang.

Potensi PHK Massal Capai 7.000 Pekerja

Jika rencana relokasi tersebut benar-benar terlaksana, dampaknya diperkirakan sangat besar bagi tenaga kerja di Jawa Timur.

PT J yang saat ini mempekerjakan sekitar 7.000 karyawan disebut berpotensi mengurangi hingga 4.000 pekerja. Sementara PT S yang memiliki sekitar 4.000 karyawan diperkirakan akan memangkas sekitar 3.000 tenaga kerja.

“Jadi total dua perusahaan, bisa kehilangan 7.000 pekerja,” ujar Said.

Potensi PHK dalam jumlah besar ini menjadi perhatian serius karena dapat berdampak pada perekonomian daerah serta kesejahteraan ribuan keluarga pekerja yang menggantungkan hidup dari sektor industri otomotif.

Pemasok Komponen untuk Toyota hingga Suzuki

Said menjelaskan, kedua perusahaan tersebut merupakan pemasok komponen penting dalam rantai pasok industri otomotif nasional. Perusahaan itu diduga berada pada kategori tier satu atau tier dua yang memasok komponen langsung kepada produsen kendaraan.

Komponen yang diproduksi selama ini digunakan untuk kendaraan berbagai merek Jepang yang dipasarkan di Indonesia, termasuk Toyota Motor Corporation, Suzuki Motor Corporation, dan Daihatsu Motor Co., Ltd..

Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, sebagian produk juga diekspor ke berbagai negara.

Investor Dinilai Lebih Tertarik ke Vietnam

Dalam kesempatan terpisah, Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor, Rachmat Basuki, mengungkapkan bahwa dua perusahaan yang dimaksud diduga merupakan produsen wiring harness dari grup Yazaki.

Menurutnya, salah satu faktor yang memengaruhi rencana relokasi adalah perkembangan rantai pasok kendaraan listrik di Vietnam yang dinilai lebih maju dan menarik bagi investor.

Ia menilai pemerintah perlu mencermati alasan di balik perpindahan investasi tersebut. Sebab, fenomena ini bisa menjadi sinyal bahwa iklim investasi industri otomotif di Indonesia mulai menghadapi persaingan ketat dari negara-negara tetangga.

“Salah satu yang harus dicermati adalah kenapa investor merelokasikan industrinya ke Vietnam. Bisa jadi investasi otomotif di Indonesia tidak semenarik Vietnam,” ujarnya.

Pemerintah Didorong Cari Solusi

Saat ini, pihak pekerja bersama manajemen perusahaan masih melakukan dialog untuk memastikan kebenaran rencana relokasi tersebut. Selain itu, berbagai langkah mitigasi juga tengah didorong agar dampak terhadap tenaga kerja dapat diminimalkan.

Pemerintah diharapkan mampu menghadirkan kebijakan yang mendukung iklim investasi nasional sehingga perusahaan tetap mempertahankan operasional dan tenaga kerjanya di Indonesia.

Jika tidak diantisipasi sejak dini, relokasi industri ini berpotensi menjadi pukulan besar bagi sektor manufaktur dan ketenagakerjaan nasional, khususnya di Jawa Timur yang selama ini menjadi salah satu pusat industri otomotif Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *