banner
banner

Pentagon Selidiki Senator Mark Kelly, Trump Sebut Aksinya ‘Makar’

Bulukumba – Behzad.id – Tegangnya hubungan antara pemerintahan Presiden Donald Trump dengan sejumlah anggota kongres dari Partai Demokrat kembali memanas. Kali ini, sorotan tertuju kepada Senator Mark Kelly. Pentagon, lembaga yang menaungi militer AS, mengumumkan bahwa mereka sedang menyelidiki Kelly atas “tuduhan pelanggaran serius” yang bisa berujung pada pemanggilan kembali ke dinas militer untuk menghadapi pengadilan.

Investigasi ini berawal dari sebuah video yang dibuat Kelly bersama lima rekannya sesama legislator Demokrat pekan lalu. Dalam video yang viral di media sosial X itu, mereka mendesak para prajurit dan intelijen untuk “menolak perintah ilegal.”

Presiden Trump dengan keras menanggapi video tersebut, menyebut tindakan para legislator itu “makar” dan “pengkhianatan.”

Apa Sebenarnya yang Terjadi dalam Video?

Dalam video singkat itu, Mark Kelly dan kelima rekannya—Senator Elissa Slotkin serta Anggota DPR Jason Crow, Maggie Goodlander, Chris Deluzio, dan Chrissy Houlahan—menyampaikan pesan kepada jajaran militer dan intelijen AS.

Mereka mengklaim bahwa “ancaman terhadap Konstitusi kami justru datang dari dalam negeri sendiri.” Mereka secara berulang menekankan bahwa para personel militer memiliki kewajiban untuk menolak perintah yang dianggap ilegal.

Pernyataan ini memicu reaksi keras dari Gedung Putih dan Pentagon, yang menilainya sebagai tindakan yang membahayakan rantai komando dan disiplin militer.

Mengapa Hanya Mark Kelly yang Diselidiki?

Anda mungkin bertanya, mengapa hanya Senator Kelly yang menjadi target investigasi, padahal ada enam orang dalam video tersebut?

Alasannya terletak pada statusnya. Mark Kelly adalah seorang pensiunan Kapten Angkatan Laut AS. Menurut hukum militer, seorang perwira senior yang pensiun masih bisa dipanggil kembali ke dinas aktif jika diperlukan. Oleh karena itu, ia masih tunduk pada aturan dalam Uniform Code of Military Justice (UCMJ) atau Kode Kehormatan Militer.

Berbeda dengan Kelly, kelima rekannya tidak lagi memiliki ikatan hukum yang sama dengan militer, sehingga Pentagon tidak memiliki yurisdiksi untuk menyelidiki mereka.

Reaksi Keras dari Gedung Putih dan Pentagon

Menteri Pertahanan, Pete Hegseth, secara terang-terangan menyebut video yang dibuat oleh “Enam Tokoh Makar” itu sebagai sesuatu yang “biadab, ceroboh, dan salah.”

“Mendorong prajurit kami untuk mengabaikan perintah atasan mereka merusak setiap aspek dari ‘ketertiban dan disiplin yang baik’. Ucapan konyol mereka hanya menabur keraguan dan kebingungan — yang hanya akan membahayakan prajurit kami,” tulis Hegseth di akun X-nya.

Ia menegaskan bahwa Kelly tahu betul bahwa sebagai pensiunan perwira, ia masih terikat UCMJ.

Sikap Mark Kelly: Tidak Akan Diam

Menghadapi investigasi, Senator Kelly tidak tinggal diam. Ia menanggapi kabar ini dengan pernyataan tegas di akun media sosialnya, mengacu pada puluhan tahun pengabdiannya di militer.

“Jika ini dimaksudkan untuk menakut-nakuti saya dan anggota Kongres lainnya agar tidak melakukan pekerjaan kami dan menahan akuntabilitas pemerintahan ini, itu tidak akan berhasil,” tulis Kelly.

“Saya telah memberikan terlalu banyak untuk negara ini untuk diam dibully oleh orang-orang yang lebih peduli pada kekuasaan mereka sendiri daripada melindungi Konstitusi.”

Hingga kini, Pentagon masih terus melakukan penyelidikan. Kasus ini semakin menunjukkan betapa tajamnya perbedaan pandangan antara pemerintahan Trump dan para kritikusnya, bahkan melibatkan ranah hukum militer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *