behzad.id – Pakistan menjadi negara terbaru di Asia yang memperketat pemeriksaan kesehatan di pintu masuk negara menyusul konfirmasi dua kasus virus Nipah di India. Langkah ini menambah daftar negara Asia yang meningkatkan kewaspadaan terhadap virus mematikan tersebut.
Pihak berwenang Pakistan memerintahkan peningkatan pemeriksaan terhadap seluruh orang yang memasuki wilayahnya untuk mendeteksi tanda-tanda infeksi virus Nipah. Kebijakan ini diterapkan di semua titik masuk, mulai dari bandara, pelabuhan laut, hingga perbatasan darat.
“Sangat penting untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan dan pengawasan di perbatasan Pakistan,” ujar Departemen Layanan Kesehatan Perbatasan Pakistan dalam pernyataan resminya, seperti dikutip Reuters, Kamis (29/1/2026).
Dalam kebijakan tersebut, setiap pelancong wajib menjalani pemeriksaan suhu tubuh serta penilaian klinis. Selain itu, mereka juga harus menyerahkan riwayat perjalanan dan transit selama 21 hari terakhir guna memastikan tidak berasal dari wilayah terdampak Nipah atau zona berisiko tinggi.
Meski tidak terdapat penerbangan langsung antara Pakistan dan India, otoritas tetap meningkatkan kewaspadaan. Mobilitas antarnegara pun saat ini relatif terbatas, terutama setelah konflik besar yang terjadi pada Mei tahun lalu.
Vietnam Ambil Langkah Serupa
Langkah pencegahan ketat juga dilakukan Vietnam. Di Hanoi, Departemen Kesehatan setempat memerintahkan pemeriksaan intensif terhadap penumpang yang tiba di Bandara Internasional Noi Bai, khususnya mereka yang datang dari India dan wilayah Benggala Barat.
“Langkah ini memungkinkan isolasi tepat waktu dan investigasi epidemiologis,” ujar Departemen Kesehatan Hanoi. Penumpang akan diperiksa menggunakan pemindai suhu tubuh untuk mendeteksi potensi kasus suspek.
Kebijakan ini melanjutkan langkah serupa yang sebelumnya telah diterapkan di Kota Ho Chi Minh, di mana otoritas memperketat kontrol kesehatan di seluruh perbatasan internasional.
India Lacak Ratusan Kontak Erat
Sementara itu, Kementerian Kesehatan India menyatakan telah mengidentifikasi dan melacak 196 orang yang melakukan kontak dengan dua pasien Nipah. Seluruhnya dilaporkan tidak menunjukkan gejala dan hasil tes dinyatakan negatif.
Virus Nipah merupakan infeksi virus langka yang umumnya menular dari hewan ke manusia, terutama melalui kelelawar buah. Virus ini dapat menyebabkan demam hingga peradangan otak (ensefalitis) dengan tingkat kematian tinggi, berkisar antara 40 hingga 75 persen, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hingga kini, belum tersedia vaksin maupun obat khusus untuk virus tersebut.
Nipah pertama kali diidentifikasi lebih dari 25 tahun lalu dalam wabah di Malaysia dan Singapura. WHO pun mengklasifikasikan virus ini sebagai patogen prioritas global karena berpotensi memicu wabah besar.
Indonesia Diminta Waspada
Temuan kasus virus Nipah di India turut menjadi perhatian berbagai negara, termasuk Indonesia. Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof dr Dominicus Husada, SpA, Subsp IPT, menjelaskan bahwa virus Nipah dapat menular melalui hewan babi atau kelelawar buah.
“Kelelawar buah menjadi sumber penularan yang paling mungkin. Jika seseorang mengonsumsi buah yang terkontaminasi liur atau urine kelelawar yang terinfeksi, maka bisa tertular Nipah,” ujarnya dalam konferensi pers IDAI, Kamis (29/1/2026).
Menurut Prof Husada, kelompok paling rentan meliputi peternak babi, petugas peternakan, pengumpul nira, petugas kesehatan, keluarga yang merawat pasien, hingga anak-anak. Anak dapat terinfeksi melalui konsumsi buah yang terkontaminasi atau kontak erat dengan anggota keluarga yang sakit.
“Ini tidak semenakutkan ebola karena tidak mampu menembus kulit sehat, tetapi tetap berbahaya dan bisa berakibat fatal,” tegasnya.
Hingga Desember 2025, tercatat sekitar 750 kasus Nipah secara global dengan 415 kematian, menurut Koalisi untuk Inovasi Kesiapan Epidemi (CEPI). Angka ini menegaskan pentingnya kewaspadaan dan pencegahan sejak dini.














Perfect piece of work you have done, this site is really cool with excellent info .