Kediaman penulis buku Ahmad Bahar di kawasan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, didatangi belasan orang yang mengaku dari organisasi masyarakat GRIB Jaya pada Minggu (17/5/2026) siang.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga sekitar setelah rombongan pria tak dikenal mendatangi rumah Ahmad Bahar sekitar pukul 14.00 WIB untuk mencari keberadaan sang penulis.
Insiden ini diduga dipicu oleh sebuah video TikTok milik Ahmad Bahar yang dianggap menyinggung Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules.
Istri Ahmad Bahar, Yenni Nur, mengatakan konten tersebut dibuat sebagai bentuk pembelaan terhadap tokoh politik Amien Rais yang sebelumnya sempat berseteru dengan Hercules.
“Awalnya ada konten Pak Ahmad Bahar yang menyinggung Hercules,” ujar Yenni, Senin (18/5/2026).
Anak Ahmad Bahar Sempat Dibawa Kelompok Massa
Saat kejadian berlangsung, hanya tiga anak perempuan Ahmad Bahar yang berada di rumah. Menurut penuturan keluarga, sejumlah orang tersebut sempat menggeledah rumah untuk mencari Ahmad Bahar.
Namun karena tidak menemukan yang bersangkutan, anak Ahmad Bahar yang berusia 33 tahun disebut dipaksa ikut oleh rombongan tersebut.
Tujuannya agar Ahmad Bahar mau menemui Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules.
Yenni mengaku saat kejadian dirinya sedang berada di luar kota. Sementara Ahmad Bahar sedang dalam perjalanan untuk menyerahkan buku kepada Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan.
Ia mengetahui peristiwa itu setelah mendapat telepon dari anaknya yang mengabarkan banyak pria tak dikenal mendatangi rumah mereka.
Meski Ahmad Bahar tidak berada di lokasi, rombongan tersebut dikabarkan tetap bertahan dan belum membubarkan diri.
Polisi Datangi Lokasi dan Lakukan Mediasi
Situasi di kawasan Cimanggis akhirnya mendapat perhatian aparat kepolisian. Polres Metro Depok langsung turun tangan setelah menerima laporan warga melalui layanan darurat 110.
Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, mengatakan Bhabinkamtibmas Aipda Suprapto langsung mendatangi rumah Ahmad Bahar guna memastikan kondisi tetap aman dan terkendali.
“Polisi juga melakukan komunikasi dengan pihak-pihak yang terlibat guna mencegah terjadinya konflik lebih lanjut,” ujar Made Budi.
Menurut pihak kepolisian, kedatangan kelompok tersebut dipicu oleh konten media sosial yang dianggap merugikan pihak Hercules.
Di sisi lain, Ahmad Bahar mengklarifikasi bahwa telepon genggam miliknya diduga telah diretas sehingga memunculkan konten yang kemudian menjadi polemik di media sosial.
Untuk mencegah konflik meluas, polisi memfasilitasi dialog yang dihadiri perwakilan kelompok Hercules, Ketua RW 16 Junaedi Sitorus, serta anak perempuan Ahmad Bahar bernama Helma.
Mediasi berlangsung secara terbuka dan kekeluargaan di bawah pengawasan aparat kepolisian.
Perselisihan Berakhir Damai
Polisi memastikan anak Ahmad Bahar yang sempat dibawa kelompok tersebut kini telah kembali ke rumah dalam kondisi sehat dan dapat beraktivitas seperti biasa.
Perselisihan antara kedua belah pihak akhirnya diselesaikan secara damai setelah dilakukan mediasi di Polres Metro Depok pada malam hari.
Kedua pihak juga disebut telah menandatangani surat pernyataan bersama guna mengakhiri polemik yang sempat memicu perhatian masyarakat di kawasan Cimanggis, Depok.













