Khamenei Tewas, Netanyahu Dorong Rakyat Iran Turun ke Jalan: Stabilitas atau Kekacauan?

Kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, membuka babak baru konflik panas Timur Tengah. Namun hingga kini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belum menunjukkan rencana jelas soal masa depan Iran setelah kejatuhan rezim tersebut.

Alih-alih menawarkan peta jalan politik, Netanyahu justru mendorong rakyat Iran untuk turun ke jalan dan “membebaskan diri dari tirani”. Seruan itu disampaikan bersamaan dengan dukungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menyebut ini sebagai “kesempatan terbesar” rakyat Iran untuk merebut kembali negaranya.

Strategi Tekanan Tanpa Rencana Jelas

Selama bertahun-tahun, Netanyahu dikenal sebagai motor utama aksi militer dan sabotase terhadap program nuklir Iran. Kini, setelah Khamenei wafat, Israel disebut semakin dekat dengan ambisi besarnya: melemahkan ancaman Iran di kawasan.

Namun, sejumlah pengamat menilai belum ada rencana konkret tentang siapa yang akan memimpin Iran jika rezim runtuh. Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert bahkan menilai langkah Netanyahu dan Trump lebih didorong optimisme, bukan strategi matang.

“Tidak ada rencana selain harapan bahwa pemerintahan akan runtuh,” ujar Olmert.

Jika Iran Kacau, Siapa Untung?

Logika Israel dinilai sederhana: negara yang sibuk dengan konflik internal tidak akan mampu menyerang Israel. Jika Iran melemah dan tak lagi mampu mendukung kelompok seperti Hizbullah di Lebanon atau Houthi di Yaman, itu sudah dianggap kemenangan.

Pendekatan ini sebelumnya terlihat di Lebanon dan Suriah. Israel kerap melakukan serangan udara dan drone tanpa sepenuhnya mendukung stabilitas politik di negara-negara tersebut.

Bagi Netanyahu, stabil atau tidaknya Iran bukan satu-satunya tujuan. Iran yang lemah dan terpecah juga bisa menguntungkan secara strategis.

Rezim Iran Masih Bertahan

Meski kehilangan pemimpin tertingginya, struktur kekuasaan Iran belum runtuh. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan negaranya sudah menyiapkan skenario pascakematian Khamenei.

Sebuah dewan kepemimpinan sementara dibentuk, terdiri dari Presiden Masoud Pezeshkian, Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei, dan tokoh Dewan Garda Alireza Arafi. Dewan ini akan memimpin sampai Majelis Ahli memilih pemimpin baru.

Sementara itu, Garda Revolusi Iran bersumpah melakukan balas dendam dan mengklaim telah melancarkan serangan ke pangkalan AS di Timur Tengah serta ke Israel.

Artinya, meski terguncang, mesin militer dan politik Iran masih berjalan.

Oposisi Terpecah, Risiko Perang Panjang

Pertanyaan besarnya: apakah rakyat Iran siap mengambil alih kekuasaan?

Analis menilai belum ada oposisi yang solid dan terorganisir untuk langsung menggantikan rezim. Nama seperti Reza Pahlavi, putra Shah yang digulingkan tahun 1979, muncul sebagai calon simbol perubahan. Namun dukungan di dalam negeri belum sepenuhnya solid.

Kelompok oposisi lainnya juga belum menunjukkan kekuatan yang cukup untuk menyatukan 90 juta penduduk Iran yang beragam secara etnis dan politik.

Tanpa kepemimpinan oposisi yang kuat, tekanan militer luar bisa berujung pada kekacauan berkepanjangan. Sejarah Irak tahun 2003 menjadi pengingat pahit: menjatuhkan rezim lebih mudah daripada membangun pemerintahan baru.

Taruhan Besar Timur Tengah

Strategi “jatuhkan dulu, urusan nanti” adalah taruhan besar. Jika gagal memicu perubahan cepat di dalam negeri Iran, konflik bisa berubah menjadi perang terbuka tanpa akhir yang jelas.

Sebagian pengamat bahkan khawatir intervensi ini akan dikenang sebagai momen penting ambisi dominasi regional Israel.

Bagi masyarakat menengah ke bawah yang terdampak gejolak harga minyak dan ekonomi global, konflik ini bukan sekadar isu politik luar negeri. Ketegangan Timur Tengah bisa berdampak pada harga BBM, kebutuhan pokok, hingga stabilitas ekonomi dunia.

Satu hal yang pasti: kematian Khamenei belum berarti akhir dari ketegangan. Justru bisa menjadi awal babak yang lebih berbahaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *