JAKARTA, behzad.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak cepat mengusut tuntas kasus dugaan suap pengaturan audit keuangan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim. Terbaru, tim penyidik KPK menggeledah rumah milik Anggota V Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Bobby Adhityo Rizaldi (BB), di Jakarta pada Selasa (14/7/2026).
Langkah tegas KPK ini dilakukan untuk mencari bukti tambahan guna membongkar permainan kotor dalam pengondisian laporan keuangan daerah demi mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
KPK Sita Barang Bukti Elektronik
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya aktivitas penggeledahan di kediaman petinggi BPK tersebut. Dari hasil penggeledahan, petugas mengamankan sejumlah barang bukti penting.
“Benar, hari ini penyidik melakukan penggeledahan di rumah Saudara BB, yang berlokasi di wilayah Jakarta. Dalam penggeledahan ini, penyidik mengamankan beberapa barang bukti elektronik,” kata Budi Prasetyo lewat keterangan tertulisnya.
Budi menambahkan bahwa barang bukti elektronik yang disita akan segera diperiksa dan diekstrak isinya. Hal ini dilakukan demi mendalami aliran informasi dan keterlibatan pihak-pihak lain dalam pusaran kasus suap ini.
Seret Nama Orang Kepercayaan dan Proyek ‘Smart Board’
Nama Bobby Adhityo Rizaldi sendiri mulai mencuat dalam rapat internal KPK setelah penangkapan sejumlah tersangka lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT). Bobby diduga memiliki keterkaitan karena salah satu tersangka swasta, Augusz Dewanggara alias Angga, disebut-sebut sebagai orang kepercayaannya.
Kasus korupsi ini bermula dari temuan BPK Perwakilan Sumatera Selatan atas laporan keuangan Pemkab Muara Enim tahun anggaran 2025. BPK menemukan adanya kelebihan batas anggaran (materialitas) pada proyek pengadaan smart board di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Temuan ini otomatis membuat Pemkab Muara Enim terancam gagal mendapatkan predikat WTP.
Demi menutupi borok tersebut, Bupati Muara Enim nonaktif, Edison, diduga memerintahkan anak buahnya untuk ‘membereskan’ temuan BPK. Melalui jalur belakang, disepakatilah tarif sebesar Rp 1,6 miliar agar oknum BPK bersedia mengubah hasil audit. Uang pelicin ini salah satunya bersumber dari setoran PT Millenium Solusi Abadi (PT MSA) selaku pihak penyedia proyek.
Daftar Lengkap Tersangka Pusaran Kasus Suap Muara Enim
Hingga saat ini, KPK telah menetapkan dua kluster tersangka dalam rangkaian operasi senyap di Muara Enim, mulai dari pejabat daerah, pihak swasta, hingga oknum internal BPK.
Kluster Pertama (Suap Hubungan Baik Proyek):
-
Edison (Bupati Muara Enim)
-
Abi Nurwardani (Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 2026)
-
Adi Triyadi (Keponakan Bupati)
-
Cory Erin Hardi (Marketing PT Millenium Solusi Abadi)
Kluster Kedua (Pengondisian Hasil Audit BPK):
-
Augusz Dewanggara alias Angga (Pihak swasta/diduga orang kepercayaan Bobby)
-
Titin Rita Lestari (ASN / Pengendali Teknis BPK Perwakilan Sumsel)
-
Edison (Bupati Muara Enim)
-
Cory Erin Hardi (Marketing PT MSA)
-
Fika (Direktur PT Millenium Solusi Abadi)
Meskipun rumahnya sudah digeledah dan namanya disebut dalam persidangan internal, status Bobby Adhityo Rizaldi saat ini masih belum ditetapkan sebagai tersangka. KPK menegaskan akan terus memanggil saksi-saksi dan mendalami seluruh alat bukti elektronik yang telah disita.













