Behzad.id – Polri melalui SAR Brimob Polda Sumatera Barat terus berjibaku mengevakuasi warga terdampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat. Hingga Senin malam (3/8/2026), sebanyak 71 personel SAR Brimob masih disiagakan di berbagai titik banjir untuk menyelamatkan masyarakat yang terjebak akibat tingginya curah hujan.
Operasi kemanusiaan ini dilaksanakan berdasarkan Rencana Kontinjensi Aman Nusa II Tahun 2026, dengan mengerahkan lima tim SAR Brimob ke sejumlah kawasan yang terdampak paling parah.
Wilayah yang menjadi fokus evakuasi meliputi Kuranji (Kampung Lapau Munggu Guo), Air Pacah, Tunggul Hitam, serta Perumahan Villa Bukit Gading III Sungai Sapih.
Lima Tim SAR Brimob Diterjunkan
Sebanyak lima tim diterjunkan untuk mempercepat proses penyelamatan warga, yakni:
- Tim 1 dipimpin Aipda Masrizal dengan 10 personel di Kuranji, Kampung Lapau Munggu Guo.
- Tim 2 dipimpin Iptu Ferry Siahaan dengan 13 personel di Air Pacah.
- Tim 3 dipimpin Iptu M. Yusuf, S.H., dengan 18 personel di Tunggul Hitam.
- Tim 4 (Den Gegana) dipimpin Ipda Hendra Eka Putra dengan 15 personel di Perumahan Villa Bukit Gading III, Sungai Sapih.
- Tim 5 dipimpin Ipda Andi Susandi dengan 15 personel di Air Pacah.
Untuk mendukung operasi penyelamatan, Brimob Polda Sumbar mengerahkan berbagai perlengkapan SAR seperti lima unit perahu karet, mesin tempel, life jacket, helm SAR, tali karmantel, pelampung, alat komunikasi HT, genset, kendaraan operasional, hingga perlengkapan penyelamatan lainnya.
Polri Utamakan Keselamatan Masyarakat
Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi fokus utama dalam penanganan bencana banjir di Sumatera Barat.
“Saat ini fokus utama kami adalah menyelamatkan masyarakat. Personel Polri bersama tim gabungan terus melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir. Untuk jumlah korban masih dalam proses pendataan karena situasi di lapangan terus berkembang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses pendataan korban maupun pengungsi dilakukan bersamaan dengan operasi evakuasi agar bantuan dapat segera disalurkan secara tepat sasaran.
Menurutnya, sinergi antara Polri, BPBD, Basarnas, TNI, pemerintah daerah, serta berbagai pihak terkait menjadi kunci percepatan penanganan bencana.
“Anggota kami hingga saat ini masih terus bekerja di lapangan untuk mengevakuasi masyarakat yang terdampak banjir. Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kami bekerja sama dengan BPBD, Basarnas, TNI, pemerintah daerah, serta seluruh stakeholder agar proses evakuasi dan penyaluran bantuan berjalan optimal,” tegasnya.
Banjir Meluas di Sumatera Barat
Bencana banjir dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sumatera Barat sejak Senin siang (3/8/2026), disertai angin kencang yang menyebabkan sejumlah sungai meluap ke permukiman warga.
Berdasarkan laporan BPBD Sumatera Barat, daerah yang mengalami dampak paling serius meliputi Kota Padang, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Padang Pariaman.
Di Kota Padang, banjir hampir merata terjadi di berbagai kecamatan. Wilayah yang dilaporkan mengalami kondisi terparah berada di Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kecamatan Kuranji, dan Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh.
Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Kota Padang menetapkan status siaga penuh selama 24 jam. Seluruh personel, Tim Reaksi Cepat (TRC), hingga Kelompok Siaga Bencana (KSB) diterjunkan untuk melakukan evakuasi, pemantauan, dan penanganan di lapangan.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, genangan air, hingga tanah longsor, terutama di kawasan yang rawan terdampak.
Sementara itu, Polri meminta masyarakat tetap mengikuti arahan petugas, menghindari wilayah yang tergenang, dan segera melaporkan apabila terdapat warga yang membutuhkan pertolongan. Hingga berita ini diterbitkan, personel SAR Brimob Polda Sumatera Barat masih bersiaga di lokasi-lokasi terdampak untuk memastikan proses evakuasi berjalan maksimal.












