Daerah  

Antrean Solar Subsidi Mengular di Sulsel, Sopir Rela Tunggu Berjam-jam hingga Jadwal Keberangkatan Terganggu

MAKASSAR — Kelangkaan dan antrean panjang pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi masih terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kondisi tersebut bahkan telah berlangsung lebih dari sebulan, khususnya di Kota Makassar. Antrean kendaraan pengangkut penumpang dan barang terlihat mengular hingga mengganggu aktivitas di sekitar SPBU.

Panjang antrean solar subsidi ini berdampak langsung terhadap sopir bus antarkota maupun armada logistik. Mereka harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM sebelum melanjutkan perjalanan.

Sopir Bus Harus Antre Berjam-jam

Rizal (22), sopir bus travel rute Makassar-Palopo, mengaku harus datang sejak pagi untuk mendapatkan solar. Namun, kendaraan yang dibawanya belum dapat berangkat karena pasokan solar di SPBU belum tersedia.

Ia mengaku sudah berada di SPBU sejak pukul 06.00 Wita.

“Setiap hari kondisi antreannya begini. Untuk perjalanan sehari semalam, kami butuh isi tangki sampai penuh. Jadi begitu tiba kembali di Makassar, ya harus langsung antre solar lagi,” ujar Rizal, Kamis (10/9/2026).

Menurut Rizal, kondisi tersebut tidak hanya menguras waktu, tetapi juga berpotensi mengganggu jadwal keberangkatan penumpang.

Ia bahkan pernah mengalami kondisi ketika stok solar habis saat kendaraannya sudah mendekati giliran pengisian.

Meski demikian, Rizal mengatakan pihaknya tetap berusaha melayani penumpang dan tidak membatalkan perjalanan.

Armada Logistik Ikut Terdampak

Keluhan serupa disampaikan Hardiman (49), sopir armada logistik yang ditemui di kawasan Jalan AP Pettarani, Makassar.

Hardiman mengaku telah mengantre sejak pukul 08.00 Wita, tetapi hingga siang hari belum mendapatkan solar.

“Sudah satu bulan belakangan ini kondisi antrean di SPBU selalu begini. Rute saya dari Makassar mau ke Palopo. Kalau sudah isi full, BBM-nya cukup untuk pulang-pergi. Tapi setelah itu, ya harus antre solar lagi dari awal,” katanya.

Situasi tersebut dikhawatirkan mengganggu distribusi barang karena waktu yang seharusnya digunakan untuk perjalanan harus tersita untuk mengantre BBM.

Gubernur Sulsel Turun Langsung Pantau Antrean

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman turun langsung meninjau antrean kendaraan di SPBU Jalan AP Pettarani, Makassar, Kamis (10/9/2026).

Dari hasil pemantauan dan laporan pihak terkait, terdapat sejumlah faktor yang dinilai menyebabkan antrean solar subsidi semakin panjang.

Salah satunya adalah kenaikan harga BBM nonsubsidi. Kondisi tersebut dinilai mendorong sebagian konsumen beralih menggunakan BBM subsidi yang harganya relatif tetap.

“Harga nonsubsidi kan naik, yang subsidi tetap. Ada perpindahan migrasi pelanggan dari nonsubsidi kepada subsidi, sehingga terjadi antrean yang panjang di sini,” kata Andi Sudirman.

Meski permintaan meningkat, Andi Sudirman menyebut berdasarkan laporan Pertamina, kuota BBM subsidi untuk Sulsel masih dalam kondisi aman.

“Kuotanya cukup, kuotanya cukup menurut Pertamina laporannya tadi. Namun memang permintaan di lapangan sangat tinggi,” ujarnya.

Pelangsiran dan Kendaraan Industri Jadi Sorotan

Selain tingginya permintaan, Pemprov Sulsel juga menemukan indikasi adanya kendaraan yang melakukan pengisian BBM subsidi secara berulang.

Ada pula dugaan kendaraan operasional industri yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi ikut mengantre di jalur BBM subsidi.

“Mereka ada juga yang memang berulang pergi ngantre. Karena tadinya ambil (BBM) industri, tapi karena mungkin mereka merasa punya hak di subsidi, sehingga ikut antre di jalur subsidi juga,” jelas Andi Sudirman.

Pemerintah menilai kondisi tersebut perlu mendapat pengawasan agar BBM subsidi benar-benar digunakan oleh masyarakat dan sektor yang berhak.

Tidak Semua Nozzle Solar Beroperasi Maksimal

Persoalan teknis di SPBU juga menjadi salah satu perhatian pemerintah.

Saat melakukan peninjauan, Andi Sudirman menemukan tidak seluruh nozzle dispenser solar beroperasi secara maksimal.

“Kita sudah koordinasi dengan Polda Sulsel untuk mengecek semua kenapa antrean ini terjadi. Termasuk itu ada empat nozzle, cuma masing-masing satu yang beroperasi. Salah satu itu masalahnya, tapi yang lainnya memang ada demand permintaan yang agak kuat dari kuota kita. Harus cek lagi,” katanya.

Pemprov Sulsel kemudian berkoordinasi dengan Pertamina dan Polda Sulsel untuk mencari penyebab antrean sekaligus memperbaiki mekanisme pelayanan di SPBU.

Pertamina Ungkap Penyebab Antrean

Sales Area Manager Retail Sulselbar PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Rainier Axel Siegfried Parlindungan Gultom, mengatakan antrean kendaraan di sejumlah SPBU Makassar dipengaruhi berbagai faktor.

Menurutnya, peningkatan kebutuhan dari sektor pariwisata dan logistik turut berkontribusi terhadap tingginya permintaan BBM.

“Untuk kasus antrean yang terjadi dalam 2-3 bulan terakhir, memang ditengarai oleh banyak faktor. Kenaikan demand dari sektor-sektor pariwisata, logistik, itu juga memiliki peranan yang cukup besar,” kata Rainier usai rapat bersama DPRD Sulsel, Rabu (9/9/2026).

Pertamina menegaskan antrean panjang tidak otomatis berarti stok BBM habis.

Rainier mengatakan pasokan BBM ke SPBU tetap dilakukan setiap hari.

“Stok selalu kami suplai ke SPBU, tidak pernah putus setiap hari, tetapi antrean terus saja terjadi,” ujarnya.

Pertamina bahkan menemukan antrean kendaraan masih terjadi hingga dini hari.

“Sampai tadi malam saja di SPBU kami jam 02.00 pagi sampai jam 03.00 pagi itu masih ada antrean, dan itu tidak wajar,” ungkapnya.

Pertamina Siapkan Penambahan Jam Operasional

Untuk mengatasi antrean, Pertamina menyiapkan sejumlah langkah, termasuk menambah jam operasional di beberapa SPBU.

Pertamina juga meminta dukungan aparat penegak hukum (APH) dan Dinas Perhubungan untuk mengatur kendaraan yang mengantre hingga keluar dari area SPBU.

“Kami butuh support dari pengawasan APH, dari Dishub untuk mengatur antrean yang terjadi sampai di luar SPBU, karena ini kami rasa sudah mengganggu ketertiban umum,” kata Rainier.

Sementara untuk LPG, Pertamina menyebut penambahan penyaluran telah dilakukan di sejumlah wilayah yang mengalami peningkatan kebutuhan.

DPRD Sulsel Minta BBM Subsidi Tepat Sasaran

Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika mengatakan anggota DPRD akan turun ke daerah pemilihan masing-masing untuk memastikan ketersediaan BBM dan LPG subsidi.

Ia menyebut Pertamina telah memberikan jaminan bahwa stok BBM dan LPG subsidi dalam kondisi aman.

“Jaminan dari Pertamina, stok untuk BBM dan LPG itu yang bersubsidi cenderung aman. Tapi, yang perlu kita lakukan adalah bagaimana pengawasan stok ini bisa benar-benar tepat sasaran dan digunakan oleh yang memang membutuhkan,” kata Andi Rachmatika yang akrab disapa Cicu.

Gubernur Imbau Warga Tidak Panic Buying

Di tengah antrean yang masih terjadi, Gubernur Sulsel meminta masyarakat tidak melakukan panic buying.

Andi Sudirman memastikan stok BBM di SPBU masih tersedia, termasuk pada SPBU yang beroperasi selama 24 jam.

“Stok ada di SPBU-SPBU kita, termasuk yang beroperasi 24 jam. Kami menyampaikan kepada seluruh masyarakat untuk tidak panic buying pembelian BBM,” ujar Andi Sudirman.

Pemerintah juga menyoroti dugaan praktik kecurangan, mulai dari pengisian berulang hingga dugaan modifikasi tangki kendaraan.

Pengawasan akan diperketat terhadap kendaraan, pengemudi, hingga kelaikan operasional kendaraan.

Bagi pihak yang terbukti melakukan pelanggaran, pemerintah menyatakan dapat memberikan sanksi tegas, termasuk pencabutan izin usaha atau operasional hingga pemblokiran nomor polisi kendaraan.

Warga Keluhkan Antrean yang Ganggu Aktivitas

Antrean panjang tidak hanya dirasakan oleh sopir bus dan kendaraan logistik. Pengendara pribadi juga mengaku mulai merasakan dampaknya.

Lisa, warga asal Makassar, mengaku pernah menghabiskan waktu lebih dari satu jam hanya untuk mendapatkan BBM.

Menurutnya, antrean panjang membuat aktivitas sehari-hari menjadi terganggu.

“Kita butuh BBM untuk bekerja, sementara jika stoknya susah begini karena harus antre lama, maka dipastikan akan mengganggu aktivitas. Kalau mau keluar rumah khawatir, nanti bensinnya tidak ada,” katanya.

Meski pemerintah dan Pertamina menyatakan stok BBM masih aman, antrean panjang di sejumlah SPBU Sulsel menjadi persoalan yang perlu segera diurai.

Kelancaran distribusi BBM menjadi penting karena berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat, transportasi antarkota, serta distribusi barang dan kebutuhan pokok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *